MENU TUTUP

Gara - Gara Buat Status Kebencian Di Medsos " Oknum Pegawai Diasahan Tidur Disel "

Rabu, 06 November 2019 | 22:23:11 WIB
Gara - Gara Buat Status Kebencian Di Medsos Pelaku yang memakai baju tahanan nomor 47

Asahan,wawasanriau-Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Asahan, berhasil ditangkap Polisi akibat menyebarkan ujaran kebencian di Media Sosial (Facebook) Rabu (6/11/2019) sekira pukul 17.30 wib.

Berdasarkan informasi yang diterima, tersangka yang Wahyu Adi (38) ini merupakan seorang PNS yang bekerja di bagian Radiologi Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kota Kisaran Kabupaten Asahan.

“Tersangka diamankan di salah satu warung kopi di jalan Perintis Kemerdekaan Kota Kisaran, Senin (04/11/2019) kemarin”, kata Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi Waka Polres Kompol M. Taufik dan Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K. kepada wartawan, di Polres Asahan.

Faisal mengatakan, Wahyu Adi ditangkap karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian dengan cara mengetik status di Media Sosial Facebook milik nya. Isi status Media Sosial yang diketik oleh tersangka yakni : ‘ Rumah dinas Bupati digunakan untuk memfasilitasi nonton bareng orang “telanjang”, yang sebenarnya menyimpang dari budaya Islam itu sendiri. Alasan mendukung putra/ putri daerah tidak boleh kemudian penghalalan segala cara.. lain hal tadi ketika putra/ putri itu tidak beragama Islam, tentu saya tidak akan mengomentarinya ‘. Tulisan tersebut dibagikan di Media Sosial milik tersangka pada tanggal 15 Oktober 2019.

Faisal menjelaskan bahwa kegiatan (nonton bareng) di rumah Bupati Asahan yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2019, bukan seperti yang dituduhkan.

“Kegiatan yang sama sebelumnya juga sudah pernah dilakukan di beberapa lokasi lain di ruang terbuka dan dihadiri oleh ratusan orang. Kegiatan tersebut adalah nonton bareng acara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019”, tegas Faisal.

“Postingan tersangka di Media Sosial tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat dan tidak berdasarkan fakta, sehingga dapat menimbulkan kegaduhan di Kabupaten Asahan. Terlepas dari tersangka yang masih mengelak, kita sudah bisa membuktikan dengan 2 alat bukti yang sah dan kita juga sudah meminta keterangan dari ahli bahasa”, ungkap faisal.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 3 lembar hasil screen shoot postingan Media Sosial Facebook atas nama Wahyu Adi dan satu unit handphone berikut sim card milik tersangka.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) UU no 19 tahun 2016 Subsider Pasal 45 ayat (3) tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan/atau denda 1 milyar ”,akhir faisal.(aldy)

 

Berita Terkait

Polsek Simpang Kanan Rohil Ungkap Kasus Sabu, Satu Tersangka Diamankan

Polsek Kampar Kiri Hilir Kembali Berbagi Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

Amankan Idulfitri, Polres Rohil Gelar Latpraops Ketupat Lancang Kuning Tahun 2025

Pasutri Diduga Pengedar Dibekuk Saat Dirumah Mertua

Polsek Bangko Ringkus Usup Pengedar 1.2 gram Sabu

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Perkuat Integritas dan Nasionalisme Lewat Ngaji Kebangsaan

2

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

3

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

4

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

5

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

6

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

7

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

8

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

9

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

10

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin