MENU TUTUP

Dirjen Bina Adwil Tekankan Trantibumlinmas sebagai Urusan Wajib Pemerintahan

Selasa, 25 Februari 2025 | 15:55:36 WIB
Dirjen Bina Adwil Tekankan Trantibumlinmas sebagai Urusan Wajib Pemerintahan

Magelang,WawasanRiau.com - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Dr. Safrizal ZA, M.Si, menegaskan pentingnya strategi pemeliharaan ketenteraman dan ketertiban masyarakat dalam mendukung stabilitas nasional dalam kegiatan Retreat yang diikuti oleh ratusan Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Senin (24/2/2025).

Dalam penyampaiannya, Safrizal mengingatkan bahwa Indonesia dengan 38 provinsi, 416 kabupaten, dan 98 kota memiliki tantangan yang kompleks dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman. Oleh karena itu, peran kepala daerah menjadi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat dengan 4 langkah strategis, yaitu penguatan sistem keamanan dan penegakan hukum, peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi, pemanfaatan teknologi untuk keamanan dan manajemen krisis, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat dan masyarakat.

Sebagai simbol dalam ketertiban dan ketenteraman masyarakat sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak ketertiban dalam menjalankan tugasnya, Safrizal menyinggung pakaian yang dikenakan para kepala daerah.
"Pada hari pertama, kepala daerah, baik sebagai pemimpin daerah otonom maupun sebagai gubernur yang bertindak sebagai wakil pemerintah pusat, mengenakan seragam Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) sebagai salah satu unsur ke dalam tugas memastikan ketertiban dan ketenteraman masyarakat," ujar Safrizal.

Saat ini, terdapat lebih dari 1,45 juta personel Trantibumlinmas yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu aspek penting dalam penanganan Trantibumlinmas adalah respons cepat dalam keadaan darurat. Berdasarkan Permendagri 114 Tahun 2018 tentang SPM Damkar, waktu respons pemadam kebakaran ditetapkan maksimal 15 menit. Sepanjang tahun 2024, terdapat 13.485 kejadian kebakaran yang berhasil ditangani dengan pendekatan cepat dan koordinatif.

Safrizal juga bahas tentang jumlah Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) meningkat signifikan, mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana.

Dari 20.675 anggota pada 2022, jumlahnya naik menjadi 52.391 per Januari 2025. Selain itu, daerah rawan bencana didorong menerapkan strategi mitigasi seperti Konsep Rumah Bersama Kecamatan dan gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA).

"Pemerintah daerah perlu melahirkan Agent of Change dalam urusan Trantibumlinmas guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan terlindungi. Diperlukan inovasi, kepemimpinan yang efektif, serta kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam mewujudkan stabilitas sosial," pungkas Safrizal. 

Berita Terkait

Indonesia Kirim Balik 5 Kontainer Sampah ke AS

Bantuan Indonesia untuk Rohingya Dikirim Lewat Udara

Dukung Revisi UU Penyiaran, SMSI Bentuk Tim Khusus

UUD 45 perlu ditata kembali Untuk menata ulang NKRI dari cengkeraman asing dan kapitalis

Korupsi Hambatan Utama Masyarakat Dunia

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Perkuat Integritas dan Nasionalisme Lewat Ngaji Kebangsaan

2

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

3

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

4

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

5

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

6

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

7

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

8

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

9

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

10

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin