MENU TUTUP

PPP Tanggapi Saran JK ke Jokowi soal Kabinet: Intinya Proporsionalitas

Jumat, 12 Juli 2019 | 08:33:47 WIB
PPP Tanggapi Saran JK ke Jokowi soal Kabinet: Intinya Proporsionalitas

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyarankan Joko Widodo (Jokowi) agar partai yang kursinya sedikit tak mendapat jatah lebih banyak di kabinet. Menurut Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang terpenting dalam menyusun formasi kabinet yakni proporsionalitas.

"Apa yang disarankan Pak JK itu kami yakini sama dengan yang dipikirkan Pak Jokowi. Intinya kan proporsionalitas dari berbagai macam hal yang perlu dipertimbangkan," kata Sekjen PPP Arsul Sani saat dimintai tanggapan, Kamis (11/7/2019).

Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek), jika berbicara partai dalam penyusunan formasi kabinet, harus dilihat juga partai yang tidak lolos parlemen. Namun, partai tersebut tetap berkontribusi dalam memenangkan pasangan calon (paslon) yang diusung.

"Kalau bicara parpol tidak hanya soal kursi, tapi juga kontribusi saat pileg. Misalnya ada juga parpol yang tak lolos parlemen tapi turut berkontribusi untuk pemenangan Jokowi saat pemilu," terangnya.

"Jangan pula ketika ada satu parpol sebelah bergabung dan kursinya lebih banyak lalu di kabinet lebih banyak. Itu juga namanya tidak imbang," imbuh Awiek.

Awiek menyebut PPP tidak mau mencampuri urusan jumlah kursi dalam kabinet. Dia hanya menegaskan bahwa dalam penyusunan formasi kabinet yang harus dicermati yakni kontribusi dalam memenangkan paslon.

"Namun demikian PPP tak mau masuk pada alokasi besaran jumlah kursi kabinet, karena hal tersebut merupakan kewenangan Jokowi," ujar Awiek.

"(Dalam menyusun formasi kabinet) basisnya adalah kontribusi pemenangan dalam pemilu," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, JK menyarankan Presiden Jokowi mempertimbangkan harmonisasi wilayah, suku, agama, dan politik dalam menyusun kabinet nantinya. JK juga menyarankan parpol yang kursinya sedikit tidak mendapat jatah lebih banyak.

"Jadi tidak saja asal partai, ndak. Harus ada harmonisasi, baik dari harmonisasi antarwilayah dan suku, agama, politik. Harmonsiasi dalam tingkat kemampuan, profesionalisme. Itulah baru bisa terjadi suatu yang dapat didukung semua pihak, didukung oleh seluruh rakyat," kata JK saat mengisi kuliah umum kepada peserta diklat Lemhannas di Istana Wakil Presiden, Kamis (11/7). (detik.com)

Berita Terkait

BSKDN KEMENDAGRI KAJI KEBIJAKAN PENGUATAN PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI PEKERJA RENTAN DAN MISKIN

Ditjen PAS Minta Keluarga Bujuk Kembali 13 Napi yang Kabur dari Lapas Abepura

Kasus Mobile 8, Hary Tanoe Diperiksa Penyidik Kejagung

Pansel Akan Umumkan Hasil Tes Psikologi Capim KPK Siang atau Sore Ini

Tanggal 27-27 Mei Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Saatnya Perbaiki Arah Kiblat

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Hati-hati Modus Gerebek Mesum OTK di Pekanbaru Peras dan Rampas Mobil

7

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

8

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

9

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

10

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini