MENU TUTUP

Prof Australia Protes Artikelnya Dikutip Prabowo, BPN: Aneh!

Sabtu, 15 Juni 2019 | 12:56:27 WIB
Prof Australia Protes Artikelnya Dikutip Prabowo, BPN: Aneh!

Jakarta - Guru Besar Hukum University of Melbourne, Australia, Tim Lindsey, menyampaikan protes kepada tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengutip artikelnya dalam berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menganggap aneh protes tersebut. 

"Menurut saya apa yang diprotes oleh Tom Power dan Tim Lindsey Itu agak aneh ya, sebab di dalam menulis suatu artikel itu kan tentunya tidak asal menulis saja artinya sudah terlebih dahulu melakukan riset/penelitian atau investigasi sebelum membuat tulisan," kata anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Ali Lubis kepada wartawan, Sabtu (15/6/2019). 

Sementara, terkait izin mengutip, menurut Ali hal itu tidak diperlukan. Ali mengatakan selama ini orang kerap mengutip pendapat dari berbagai ahli tanpa harus meminta izin terlebih dahulu. Sebelumnya, Tim Lindsey juga memprotes tim hukum Prabowo yang tidak meminta izin mengutip artikelnya. 

"Lalu terkait dengan mengutip pendapat seseorang atau ahli menurut saya tidak perlu izin dari orang yang bersangkutan ya artinya sah-sah saja apabila di kutip sebagaimana umumnya orang mengutip pendapat dari berbagai ahli, Karena selama pendapat itu berasal Dari penelitian dan teorinya juga jelas ya no problem," ujarnya. 

Sebelumnya, Tim Lindsey menyampaikan keberatan terkait artikelnya yang dikutip oleh Tim Hukum Prabowo-Sandiaga. Lindsey menjelaskan, dirinya tidak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter dalam artikelnya. 

Selain itu, Tim mengatakan bahwa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga menggunakan artikelnya di luar konteks, sehingga tidak bisa menjadi referensi bagi argumen mereka dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Selain itu, kata Lindsey, tim hukum Prabowo tidak meminta izin untuk mengutip artikelnya.

"Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu," kata Tim Lindsey, Sabtu (15/6).

Tak hanya Lindsey, protes juga dilayangkan pengamat asing Tom Power. Dalam protesnya, Tom Power mengatakan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga menggunakan artikel pendapatnya dalam konteks yang tidak lengkap. Ia juga menepis pendapatnya menyebut ada kecurangan dalam Pilpres 2019.

"Sangat sulit sekali menyimpulkan bahwa tindakan pemerintahan Jokowi yang saya sebutkan bisa diterjemahkan sebagai bukti kecurangan pemilu yang masif dan terstruktur," kata Tom sebagaimana dikutip detikcom, Kamis (13/6). (detik.com)

Berita Terkait

Motor Diduga Korslet saat Isi BBM, SPBU di Bangka Terbakar

KPAI Telah Buka Posko Pengaduan Korban Anak Dalam Kerusuhan 22 Mei

Kubu Prabowo Angkat Bicara: Mayoritas Tokoh di Kubu 01 Berkasus

Diduga Tak Miliki IMB, Peresmian Waterboom Milik Ahok Dibanjiri Pejabat Rohil

Wamendagri Wiyagus: BUMD Berperan Besar Kembangkan Perekonomian Daerah

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Perkuat Integritas dan Nasionalisme Lewat Ngaji Kebangsaan

2

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

3

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

4

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

5

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

6

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

7

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

8

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

9

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

10

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin