MENU TUTUP
Tak Terima Pengusiran Anggotanya di Kalbar

Eks Ketum Gafatar Muncul di Jakarta

Selasa, 26 Januari 2016 | 15:55:22 WIB
Eks Ketum Gafatar Muncul di Jakarta fhoto detik.con

Jakarta - Eks Ketum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Mahful M Tumanurung muncul di publik. Dia datang dan melakukan jumpa pers di YLBHI. Mahful mengecam evakuasi warga Gafatar dari Kalimantan.

"Sebagai ekses dari pengusiran dan pemulangan tersebut, kami meminta kepada pemerintah atau pihak berwenang untuk dapat menjamin keselamatan diri dan aset yang terpaksa kami tinggalkan di Kalimantan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak," kata Mahful saat menggelar jumpa pers di kantor YLBHI, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).

Selain itu Mahful juga mengecam pengusiran paksa terhadap mereka dan pengrusakan, pembakaran, serta penjarahan terhadap aset-aset mereka.

"Kami warga eks Gafatar, sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan biadab berupa pengusiran secara paksa yang sistematis, pengerusakan, pembakaran dan penjarahan terhadap aset di atas lahan kami miliki secara sah," tutur Mahful.

"Untuk itu, kami menuntut kepada pihak berwenang untuk terus mengusut dan menuntaskan persoalan ini secara hukum," lanjutnya.

Meski begitu, Mahful mengimbau kepada segenap eks Gafatar di Kalimantan untuk tetap sabar dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis. Begitu pun eks Gafatar yang telah berada kembali di tempat asal.

"Mengimbau kepada segenap eks Gafatar, baik yang sudah dipulangkan maupun yang masih berada di wilayah Kalimantan untuk tetap sabar dan tawakal serta bersikap kooperatif terhadap pemerintah setempat," imbau Mahful.

"Dengan mengedepankan sikap cinta damai, dialog, dan tidak terprovokasi untuk melakukan segala bentuk tindakan yang melawan hukum dan peraturan yang berlaku," pungkasnya.

Selain Mahful, hadir 7 anggota eks Gafatar lainnya. Mereka yaitu Muchtar Asni, Wisnu Windhani, Munandar, Tubagus Abduh, Jusuf Damarjati, Darunjaya, dan Heru Mulyantoro. Gafatar menyatakan bubar pada 2015 setelah mendapat reaksi negatif dari masyarakat.
Sumber : detik.com

Berita Terkait

Terakreditasi, Mappilu PWI Sah dan Resmi Jadi Pemantau Pemilu 2019

Terkait RDTR, Pj Bupati Kampar Lakukan MoU Dengan Badan Informasi Geospasial

TKN Setuju Istilah 'Cebong-Kampret' Dikubur: Pilpres Bukan Saling Ledek

Anggota DPRD Divonis Korupsi Tapi Belum Dibui, Ini Kata Kajati

Istana Pastikan Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar Pakai APBN, 97 Tahun Baru Lunas

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Ekstasi Seberat 5,8 KG, Enam Tersangka Diamankan

2

Kapolda Riau Beri Penghargaan kepada Polres Rohil Atas Pengungkapan 80 Kg Sabu

3

Kajari Rohil Firdaus Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Coffee Morning

4

Awali Hari Kerja 2026: Bupati H. Bistamam Tekankan Disiplin dan Percepatan Program

5

Dr. Muhammad Maliki Buka Peluang Kerja bagi 10 Putra-Putri Rokan Hilir

6

Sekda Rohil Pimpin Rapat Finalisasi Dokumen RT RW :Percepat Pengesahan

7

Kalapas Bangkinang Apresiasi Dedikasi Petugas Selama 3 Hari Pelayanan Prima

8

Kunjungan Lebaran Di Lapas Bangkinang Warnai Kehangatan

9

Kapolres Rohil Tinjau Pos Pengamanan Ops Ketupat Lancang Kuning 2026

10

Oknum Wartawan Kena OTT Polisi Diduga Peras Pengacara 3 Juta Untuk Lebaran