MENU TUTUP

8 Ribu Rumah Warga Dibakar, Bidan Ikut Dokter Tinggalkan Wamena

Minggu, 29 September 2019 | 22:21:46 WIB
8 Ribu Rumah Warga Dibakar, Bidan Ikut Dokter Tinggalkan Wamena

Papua, wawasanriau -- Sesikitnya ada delapan ribu orang yang mengungsi akan rumahnya di bakar usai insiden di Wamena, Papua. Hal ini membuat tenaga kesehatan, bidan juga akan meninggalkan Wamena.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjanti mengaku tengah berkoordinasi dengan IBI di Papua dan Papua Barat terkait jumlah bidan yang meminta evakuasi.

”Data yang kami punya tidak memilah mana yang asli Papua dan pendatang,” ujarnya.

Besok (30/9) diharapkan data sudah final. Dengan begitu, IBI bisa memetakan dan menghubungi bidan bersangkutan. ”Selama ini bidan yang ke Papua biasanya dari program Nusantara Sehat,” ucap Emi. Nusantara Sehat merupakan program Kemenkes untuk memeratakan tenaga kesehatan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati juga menyatakan, jumlah tenaga medis di Papua dan Papua Barat tengah didata. ”Kemenkes akan menyurati panglima TNI untuk membantu dan melindungi tenaga kesehatan di Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal mengungkapkan bahwa pelayanan umum di Wamena berangsur normal. Tidak ada lagi mobilisasi massa. Menurut dia, jumlah pengungsi lebih dari 8 ribu orang. ”Itu pengungsi yang karena rumahnya terbakar atau sebagainya,” ucap dia.

Menurut Kamal, kerusuhan terjadi karena adanya sekelompok orang berseragam sekolah yang mencoba masuk ke SMA PGRI Wamena. Namun, usia mereka diperkirakan lebih dari 25 tahun. ”Mereka mengajak demonstrasi dan melakukan aksi kekerasan,” ujarnya. Hingga akhirnya kerusuhan di Wamena pun pecah.

Polda Papua memiliki saksi seorang siswa yang dipukuli karena menolak ikut demonstrasi. ”Memang ada kemungkinan kelompok ini KKB (kelompok kriminal bersenjata) dan mereka menyebar hoaks guru rasis di SMA tersebut,” katanya.

Terkait kasus kerusuhan itu, Polda Papua telah menetapkan tiga tersangka. Mereka diduga terlibat dalam aksi kerusuhan yang mengakibatkan 31 warga meninggal dunia. ”Tapi, kalau gembongnya belum ya,” ucap Kamal.

Polda Papua kini berfokus mencegah adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan isu rasisme untuk membuat kerusuhan. Pertemuan dengan 90 tokoh adat dan gereja digelar. ”Tujuannya untuk meminta agar masyarakat menahan diri bila mendapatkan informasi rasisme kembali,” imbuhnya.

Sumber : inikata.com

Berita Terkait

Curah Hujan Tinggi, Babinsa Koramil 05/RM Turun Ke Desa

Pemkab Rohil Menerima LHP dari BPK RI Semester II Tahun 2023

Puluhan Mahasiswa Rohil Dari Berbagai Perguruan Tinggi Gelar Aksi Demo di DPRD Sampaikan Empat Tuntu

Laksanakan Tabligh Akbar, Pemkab Rohil Apresiasi GMB

Tak Kunjung Digubris PT Sindora, Gapoktan Mekar Jaya Temui DPRD Rohil

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat