MENU TUTUP

PDIP Minta Sikap Mega Jangan Jadi Alasan Sandi Tak Selamati Jokowi

Selasa, 02 Juli 2019 | 09:15:02 WIB
PDIP Minta Sikap Mega Jangan Jadi Alasan Sandi Tak Selamati Jokowi

Jakarta - Sandiaga Uno sempat menyinggung sikap Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri yang disebutnya tak mengucapkan selamat kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai pemilu 2004 dan 2009. PDIP menilai Sandiaga harusnya jangan menjadikan sikap Megawati  tak menyampaikan selamat ke Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Faktanya memang begitu, tapi Bu Mega bertindak atas pertimbangan pribadi dan alasan yang independen. Seharusnya Mas Sandi Uno juga demikian, bukan mengikuti Bu Mega. Mas Sandi nggak perlu pakai excuse Bu Mega," kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, kepada wartawan, Selasa (2/7/2019).

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menilai apakah ucapan selamat sebagai budaya barat atau bukan tak perlu lagi diperpanjang. Dia juga menyebut Megawati sebenarnya mengucapkan selamat kepada SBY dengan simbolisme kultural yang halus.

"Soal ekspresi ucapan 'selamat' itu budaya Barat atau adat Timur, tidak perlu diperpanjang. Pada budaya-budaya tersebut tetap ada banyak cara untuk menyampaikannya. Bu Mega juga menyampaikannya dalam simbolisme kultural yang halus," kata Hendrawan.

Hendrawan mencontohkan sikap simbolisme kultural yang halus itu ditunjukkan Mega saat menghadiri penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI pertama Sukarno di masa pemerintahan SBY. Hendrawan pun menilai Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mengakui kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin secara implisit dengan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Bagi kami, dengan menghormati putusan MK, secara tidak langsung dan implisit, paslon 02 sudah mengakui paslon 01 sebagai pemenang pilpres. Kita tidak perlu mendikte apa yang harus dilakukan Pak Prabowo. Pada waktunya, saat mereka bertemu, semua juga akan cair dan melegakan," ujar Hendrawan.


Sebelumnya, Sandiaga menilai pemberian ucapan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf seusai putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019 seperti budaya barat. Sandiaga memberikan penjelasan atas pernyataannya itu.

"Kita tuh kan kemarin diharapkan memberikan selamat waktu pasca-penutupan MK dan saya sampaikan bahwa budaya-budaya, 'we consead defeat and we offer congratulation', itu hanya ada di pilpres-pilpres di demokrasi barat ya, di Amerika terutama," kata Sandiaga saat dimintai konfirmasi di Mal Pelayanan Publik, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/7).

Sandiaga lalu menyinggung sikap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2004.

"Kita nggak pernah melihat itu dilakukan oleh ibu Presiden Megawati waktu 2004. Kita tidak melihat itu disampaikan oleh Bu Presiden Megawati ke Pak SBY (waktu) 2009. Di 2014 juga begitu," ujarnya.(detik.com)

Berita Terkait

Wamenhan Singapura akan Kunjungi Riau

Pernah Bawa ke Jokowi, Bekraf Bela Rich Brian dari Sorotan Dino Patti

Dijenguk JK dan Emil, Risma Berkomunikasi Lewat Tulisan

Grogi Kibarkan Bendera, Rangga Tak Menyangka Dapat Sepeda dari Jokowi

Wamendagri Ribka: Kemendagri Dukung Penuh Program Tiga Juta Rumah

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat