MENU TUTUP

Bowo Sidik Mengaku Duit Rp8M Digunakan untuk Siraman Pajar

Kamis, 28 Maret 2019 | 22:38:08 WIB
Bowo Sidik Mengaku Duit Rp8M Digunakan untuk Siraman Pajar

Jakarta - Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso mengaku menggunakan duit suap untuk logistik pencalonannya sebagai caleg DPR. KPK mengamankan duit sekitar Rp 8 miliar diduga duit suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) termasuk penerimaan-peneerimaan dari pihak lainnya.

"Jadi BSP memang menjadi caleg, ini sudah saya sampaikan tadi. Dia calon untuk daerah JawaTengah 2. Untuk sementara hasil pemeriksaan tim kita, ini memang dalam rangka kepentingan logistik pencalonan dia sendiri sebagai anggota DPR," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam tanya jawab pada jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

KPK menyita 84 kardus dengan total uang Rp 8 miliar. Duit ditemukan dalam amplop-amplop dengan isi pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu.

Saat ditanya wartawan soal ada-tidaknya kaitan duit terkait logistik Pilpres, Basaria menepisnya. "Sama sekali tidak, dari awal tadi sampai akhir, kita tidak ada berbicara tentang itu. Ini hasil pemeriksaan memang untuk kepentingan dia (Bowo Sidik) mencalonkan diri kembali. Jadi tidak ada keterlibatan tim sukses yang lainnya," tegas Basaria.

Dalam jumpa pers, Basaria menjelaskan Bowo Sidik Pangarso dimintai bantuan untuk melanjutkan penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

"Untuk merealisasikan hal tersebut, pihak PT HTK meminta bantuan BSP, anggota DPR," kata Basaria.

Hingga akhirnya pada 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT HTK. Salah satu materi MoU adalah pengangkutan kapal milik PT HTK yang digunakan PT Pupuk Indonesia

"BSP diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkutan yang diterima sejumlah USD 2 per metrik ton," sambung Basaria.

Diduga Bowo Sidik menerima total 7 kali suap terkait PT HTK. Pada saat OTT, Bowo diduga menerima Rp 89,4 juta, sedangkan 6 kali penerimaan sebelumnya diduga terjadi di berbagai tempat, antara lain rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK, sejumlah Rp 221 juta dan USD 85.130.

"Uang yang diterima tersebut diduga telah diubah menjadi pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu sebagaimana ditemukan tim KPK dalam amplop-amplop di sebuah kantor di Jakarta," kata Basaria.

Namun, selain penerimaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, KPK mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan-penerimaan lain terkait dengan jabatan Bowo Sidik sebagai anggota DPR.

"Karena diduga penerimaan-penerimaan sebelumnya disimpan di sebuah lokasi di Jakarta, maka tim bergerak menuju sebuah kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop pada 84 kardus," ujar Basaria

 

Sumber : detik.com

Berita Terkait

Polsek Pujud Amankan Terduga Pelaku Dugaan Persetubuhan Anak Di Bawah Umur

Sat Narkoba Polres Rohil Basmi Narkoba Sampai Keakar -akarnya

Polsek Bangko Amankan 900 gram Sabu-sabu, Pelaku Dari Mobil Avanza

PPKM Level 4, Keluar Masuk Pekanbaru Tunjukkan Kartu Vaksin atau Uji Swab

Diduga Jual Minyak Curah Ilegal, Satpol PP Rohil Razia Grosir

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat