MENU TUTUP

Panwas Rohil Instruksikan Pengawas TPS Mengingatkan KPPS Jalankan Tugas Dengan Benar

Senin, 07 Desember 2015 | 21:29:48 WIB
Panwas Rohil Instruksikan Pengawas TPS Mengingatkan KPPS Jalankan Tugas Dengan Benar Jaka Abdillah

BAGANSIAPIAPI,WAWASANRIAU.COM - Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menegaskan telah menginstruksikan Pengawas TPS yang merupakan ujung tombak pengawasan paling depan untuk tidak ragu mengingatkan KPPS agar menjalankan tugasnya dengan benar dan berintegritas.

"Pengawas TPS dalam menjalankan tugasnya untuk tidak ragu sedikitpun menegur KPPS yang melakukan kesalahan".kata Ketua Panwas Rohil, Jaka Abdillah SAg, Senin (7/12/2015) melalui pers rilis.

Proses pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan vital, oleh karena itu diingatkan kepada Pengawas TPS yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2015 untuk tidak sungkan menegur, mengoreksi dan bila perlu mengeluarkan rekomendasi apabila menemukan KPPS yang bekerja tidak sesuai aturan yang telah diamanatkan dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.

"Sesuai Pasal 9 (PKPU 10/2015) bahwa sampai dengan 1 hari pemungutan suara masih ada model C.6 KWK yang belum atau tidak diserahkan kepada pemilih maka Ketua KPPS wajib mengembalikan model C.6 KWK tersebut kepada PPS,"kata Jaka.

Apabila sampai ditemukan oleh jajaran Panwas maka akan dijadikan temuan dugaan pelanggaran mengingat C.6 KWK rentan disalahgunakan oleh yang bukan pemilik aslinya. Dan KPPS yang masih menyimpan C.6 KWK merupakan pihak yang paling bertanggungjawab disamping juga sipenggunanya. Pada 9 Desember nanti dihimbau kepada saksi Paslon yang berada di TPS untuk tidak menggunakan atribut berbau Paslon berbentuk apapun baik motto, logo, jargon, nomor urut atau lainnya, saksi di TPS cukup membawa surat mandat dan badge tanda pengenal yang ditandatangani oleh Paslon atau tim kampanye tingkat kabupaten.

"Apabila Pengawas TPS menemukan saksi menggunakan atribut berbau Paslon maka dapat dijerat dengan Pasal 187 UU Nomor 1/2015 dengan sangkaan kampanye diluar jadwal dengan ancaman 3 bulan penjara plus denda",terang Jaka.

Sesuai Pasal 55 ayat 4 menginstruksikan agar KPPS memberikan 1 rangkap Salinan Formulir Model C-KWK, C.1-KWK dan lampirannya kepada Saksi, PPL/Pengawas TPS pada hari yang sama.

"Dalam simulasi tatacara pemungutan dan penghitungan suara bahwa proses penghitungan memakan waktu paling lama 3 jam oleh karenanya tidak ada alasan bagi KPPS menunda memberikan salinan penghitungan suara tersebut, apalagi sampai tidak memberikan dengan alasan apapun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,"ujar Jaka.

Dalam Pilkada Serentak ini tidak ada proses rekapitulasi ditingkat desa atau PPS maka setelah penghitungan suara maka kotak suara langsung diantar ke PPK. Panwas menghimbau masyarakat untuk tidak golput dan juga turut serta mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara karena suksesnya Pilkada tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab Penyelenggara seperti KPU dan Panwas tanpa partisipasi masyarakat, pungkasnya.(rafi)

Berita Terkait

Hanura Diprediksi Tak Lolos ke Parlemen karena Pecah, baca...

Mantan Pengurus DPW PKS Siap Menangkan Afrizal Sinton - H Sulaiman

Tanggapi Klarifikasi JC Dimedia, Rahmansyah Sebut JC Tak Memahami Konsep Pemilu

Bupati Rohil Afrizal Sintong Resmikan Rumah Singgah Golkar di Sinaboi

Ayo Pemilu, Suyatno Targetkan 70 persen Warga Rohil Gunakan Hak Suara

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Hati-hati Modus Gerebek Mesum OTK di Pekanbaru Peras dan Rampas Mobil

7

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

8

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

9

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

10

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini