MENU TUTUP

Banjir Landa Kecamatan Pekaitan, Masyarakat Kesulitan Keluarkan Hasil Produksi

Selasa, 09 November 2021 | 13:03:29 WIB
Banjir Landa Kecamatan Pekaitan, Masyarakat Kesulitan Keluarkan Hasil Produksi Kondisi Jalan Lintas Pesisir depan Kantor Camat Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir
PEDAMARAN - WAWASANRIAU.COM,  Banjir melanda beberapa Desa di wilayah Kecamatan Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir disebabkan tingginya curah hujan dalam minggu terakhir ditambah naiknya air pasang Keling dari laut melalui sungai Rokan mengakibatkan beberapa ruas jalan dan rumah warga tergenang air.
 
Pantauan dilapangan,  Selasa (9/11/2021) jalan lintas pesisir didepan kantor Camat Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil ) tergenang air sampai sebetis orang dewasa. Selain itu terlihat juga beberapa rumah warga Kepenghuluan Pedamaran sudah tergenang air.
 
Salah seorang warga Kepenghuluan Pedamaran Kecamatan Pekaitan, Sudiono ( 47) saat ditemui wartawan mengeluhkan kondisi jalan saat ini yang hancur sehingga masyarakat kesulitan mengeluarkan hasil produksi kebun sawitnya sehingga menyebabkan turunnya harga sawit di Pedamaran. 
 
Keluhan terkait tidak stabilnya hasil buah sawit di jelaskan Sudiono dimulai dari terhambatnya akses jembatan Pedamaran II yang menjadi akses vital perekonomian dan kehidupan masyarakat Kecamatan Pekaitan mengalami musibah patah tiang penyangga nya karena tertabrak ponton pembawa material sehingga mobil pengangkut sawit tak bisa lewat jembatan dan diperparah dengan kondisi banjir sehingga jalan alternatif di Kepenghuluan Karya Mulyo Sari rusak parah dan terputus.
 
"Saat ini masyarakat Pedamaran dan sekitarnya semakin sulit untuk mengeluarkan hasil produksi sawitnya karena akses jembatan Pedamaran II tak bisa dilalui cold diesel maupun eltor bermuatan sawit ditambah lagi masalah banjir yang mengakibatkan jalan alternatif rusak parah dan terputus sehingga harga buah sawit makin menurun dari harga normal," kata Sudiono.
 
Lanjutnya, namun sangat disayangkan peraturan agar lewat jembatan tidak dilalui mobil bermuatan di atas 5 ton seperti nya hanya berlaku pada masyarakat Kecamatan Pekaitan saja, khususnya pengangkutan sawit, tapi orang dari luar yang bawa material bangunan seperti pasir, batu, semen dan kayu dalam satu bulan ini bebas setiap hari tanpa penjagaan pihak terkait," keluh Sudiono.
 
"kami masyarakat Pedamaran atau Kecamatan Pekaitan minta perlakuan adil saja, jika bawa sawit tak bisa pakai eltor dibawah 5 ton, ya mobil roda empat lainnya dari luar juga tak boleh bawa muatan. Baru mau merasakan harga buah sawit naik, malah dapat musibah jembatan dan banjir. Jika dihitung hasil produksi kebun masyarakat Pedamaran aja per hari 100 ton dikalikan 100 rupiah per kilogram penurunan harganya, sudah 10 juta per hari kerugian masyarakat, sebulan dah 300 juta," ucapnya kesal.
 
Camat Pekaitan Taryono SE saat dikonfirmasi terkait kondisi banjir di Kecamatan Pekaitan serta kondisi jembatan Pedamaran II saat ini mengatakan bahwa beberapa desa atau Kepenghuluan di Pekaitan mengalami banjir Akibat tingginya curah hujan dalan sepekan terakhir ditambah air pasang Keling yang naik kepermukaan.
 
"Iya, ada beberapa Kepenghuluan yang terkena banjir, Pedamaran, Sungai Besar, Suak Air Hitam, Kubu Satu dan KMS yang disebabkan curah hujan yang tinggi dserta naiknya pasang Keling," kata Taryono, SE.
 
Lanjutnya, saat ini jalan lintas pesisir depan kantor camat masih tergenang air namun sudah mulai surut airnya. Dan terkait akses pruduksi kebun masyarakat masih menggunakan jalan alternatif yang melintasi Kepenghuluan Karya Mulyo Sari yang kondisinya rusak berat, sementara melalui jembatan Pedamaran II belum dibenarkan kendaraan roda empat membawa muatan dan saat ini jembatan masih dalam proses pendeteksian melalui satelit oleh pihak konsultan ," terang Taryono.
 
Taryono berharap agar permasalahan jembatan Pedamaran dapat segera terselesaikan perbaikannya, karena  masyarakat sudah banyak mengalami kerugian. Diharapkannya juga agar pihak terkait dapat aktif dalam mengawasi kondisi jembatan Pedamaran II agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga sekitar karena masuknya kenderaan dari luar dengan membawa muatan bisa lolos dari pengawasan. (Irwan)
 
 
 
 
Berita Terkait

Korban Banjir Di Pujud Terima Bantuan Dari Baznas Rohil

Warga Bagansiapiapi Ditemukan Tewas Gantung Diri

28 Pria dan Wanita Tanpa Identitas Diamankan Tim Gabungan Asahan

Ngeri..!! Seorang Anak di Rohil di Terkam Buaya, Begini Ceritanya...

Danpos Koramil 05|RM Gelar Rapat Evaluasi Pencegahan Karhutla

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Ekstasi Seberat 5,8 KG, Enam Tersangka Diamankan

2

Kapolda Riau Beri Penghargaan kepada Polres Rohil Atas Pengungkapan 80 Kg Sabu

3

Kajari Rohil Firdaus Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Coffee Morning

4

Awali Hari Kerja 2026: Bupati H. Bistamam Tekankan Disiplin dan Percepatan Program

5

Dr. Muhammad Maliki Buka Peluang Kerja bagi 10 Putra-Putri Rokan Hilir

6

Sekda Rohil Pimpin Rapat Finalisasi Dokumen RT RW :Percepat Pengesahan

7

Kalapas Bangkinang Apresiasi Dedikasi Petugas Selama 3 Hari Pelayanan Prima

8

Kunjungan Lebaran Di Lapas Bangkinang Warnai Kehangatan

9

Kapolres Rohil Tinjau Pos Pengamanan Ops Ketupat Lancang Kuning 2026

10

Oknum Wartawan Kena OTT Polisi Diduga Peras Pengacara 3 Juta Untuk Lebaran