MENU TUTUP

Di Rohil, Anak Derita Gizi Buruk, Program KB Jadi Kambing Hitam

Selasa, 20 Oktober 2015 | 17:46:56 WIB
Di Rohil, Anak Derita Gizi Buruk, Program KB Jadi Kambing Hitam Tampak orang tua dan anak gizi buruk di ruang RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi.

BAGANSIAPIAPI,Wawasanriau.com -Salah satu bukti kegagalan Program Keluarga Berencana (KB) di Rokan Hilir ditemukannya kasus gizi buruk dua kakak beradik di Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Ternyata orang tuanya tidak KB dan memiliki delapan anak.

Hasil analisis dan bincang-bincang wartawan dengan orang tua penderita gizi buruk, Misna dan Atan Luncung, Selasa (20/10/15) di Ruang Framboyan RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi, ternyata mereka baru 4 tahun terakhir ber KB.

Dan anak mereka, Laila (9) dan Lasmini (5) menderita gizi buruk, diklaimnya mendapatkan makanan yang cukup, dimana setiap masak nasi, sebanyak 1,5 kg dan berarti dibutuhkan beras 3 kg sehari, sebulan butuh beras 90 kg.

Biaya itu, kalau dikalkulasikan, dengan harga beras Rp10 ribu/kg, dibutuhkan uang Rp900 ribu untuk pembeli beras sebulan, belum lagi lauk pauknya.

Lalu berapakah penghasilan mereka, ternyata sang suami Atan Lancung, bekerja melaut memakan upah dengan penghasilan sekira Rp500 ribu sebulan, dan sang istri Misna, kerja harian pada salah satu perusahaan dengan penghasilan hanya Rp300 ribu sebulan, berarti ditotal baru Rp800 ribu, tidak mencukupi untuk membeli beras.

Dengan malu-malu, Misna mengaku sebelumnya tidak tahu ber-KB, dan baru menjalaninya 4 tahun belakangan, sehingga anak mereka sudah mencapai delapan orang, dengan si bungsu berumur 5 tahun, berarti, sejak ber-KB, mereka tidak menambah anak lagi.

Makan tidak mencukupi, lalu bagaimana pula dengan pendidikan anaknya, ternyata Laila dan Lasmini tidak sekolah, di samping kendala ekonomi, jarak tempuh tempat tinggal mereka kesekolah memerlukan waktu 2 jam. "Kalau mau berangkat sekolah, harus berangkat jam 6, baru sampai jam 8 disekolah, ya mereka ini, tidak sekolah," katanya polos.

Dari delapan anaknya, ternyata anak kelima meninggal dunia, dia tidak menceritakan apa penyebabnya, namun dari anak yang ada, masih ada yang memiliki keinginan kuat untuk sekolah, diantaranya anak ke-3, ke-4 dan ke-6.

Sang ayah, Atan Lancung berharap, agar Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil memberinya bantuan alat tangkap bersama kapal motor, agar bisa menghidupi keluarga, karena selama ini dia hanya makan gaji dengan penghasilan pas-pasan.

Disamping itu, mereka sampai saat ini tidak berladang, sehingga untuk kebutuhan beras, harus membeli. Kebutuhan lauk pauk, juga ala kadarnya, kadang sang suami membawa dari laut, kadang mengambil disekitar rumah, apa adanya.

Kegagalan KB ini juga berimbas kepada pola asuh anak, disaat kedua orang tua mereka bekerja, laila dan Lasmini dijaga sang kakak, yang kebetulan sudah berumur 20 tahun.(rtc/mi)
 

Berita Terkait

Becek dan Sulit Dilewati, Warga Jalan Sempurna Batu 7 Harapkan Peningkatan Jalan

Korem 031/Wira Bima Renovasi Panti Asuhan Bhakti Mufariddun Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial

Gelar KRYD, Polres Rohil Jaring Puluhan Pelanggar Prokes

Warga Bagan Sinembah Jaya Bangga dan puas semenisasi jalan hampir rampung

Rumah Yatim Riau Salurkan Bantuan Meliputi Beasiswa Dhuafa Untuk 17 Anak dan Guru di SDN 011

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

7

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

8

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

9

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini

10

Sidang Isbad, Muhammadiah Tetapkan 18 Februari 2026 Lebih Awal Dari Pemerintah