MENU TUTUP

BSSN Sebut Indonesia Alami Perang Tak Kasat Mata

Kamis, 11 Juli 2019 | 10:13:40 WIB
BSSN Sebut Indonesia Alami Perang Tak Kasat Mata poto ilustrasi

Jakarta, wawasanriau-- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut dunia dan Indonesia saat ini memasuki perang generasi kelima. Perang generasi kelima ini bisa didefinisikan sebagai perang tak kasat mata.

Kepala BSSN Hinsa Siburian menjelaskan perang kasat mata ini adalah perang informasi dan propaganda, perang ekonomi, hingga serangan siber. 

"Sekarang ini perang generasi kelima, yakni perang informasi siber. Jadi sekarang yang diserang itu tidak dengan bom atau peluru. Contoh serangan misalnya meretas PLN sehingga listrik di Indonesia lumpuh," kata Hinsa dalam acara peluncuran Gov-CSIRT di Jakarta Utara, Rabu (10/7).

Hinsa menjelaskan dalam perang generasi sebelumnya, lebih banyak memakai kekuatan fisik serta senjata. Perang generasi pertama adalah peperangan dengan senjata tajam maupun api.

Kemudian perang generasi kedua adalah peperangan dengan strategi manuver. Misalnya, dengan melakukan persembunyian di pohon, atau melakukan strategi melalui tipu daya kepada musuh.

Perang generasi ketiga adalah perang dengan senjata lintas cakrawala dan teknologi mutakhir seperti bom atom, peluru kendali, hingga drone. 

Dampak dari perang generasi ketiga adalah melahirkan perang generasi keempat. Pasalnya perang generasi ketiga tidak mungkin dimenangkan oleh negara-negara dengan sumber daya terbatas atau miskin.

"Perang generasi ketiga itu pasti dimiliki negara kaya dengan teknologi persenjataan. Perang itu tidak mungkin dihadapi oleh kelompok miskin. Akan muncul perang generasi keempat atau perang teror. Contoh saat tragedi WTC di Amerika Serikat, hingga saat ini tetap ada jenis perang itu," kata Hinsa.

Perang Generasi Kelima

Mengutip dari ahli strategi perang Sun Tzu, Hinsa mengatakan bahwa perang terjadi setiap saat. Kutipan Sun Tzu tersebut, bagi Hinsa cocok apabila dikaitkan dengan konteks perang generasi kelima yang terjadi setiap saat.

"Tiap detik itu ada serangan siber ke Indonesia. Setiap hari adalah perang dalam konteks siber. Data ketika disimpan dalam data center atau jaringan itu bisa diserang oleh pihak asing," ujar Hinsa. 

Hinsa mengatakan baru-baru ini juga terjadi perang generasi kelima di Indonesia, perang tersebut menggunakan hoaks yang mengancam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI tercermin dari sila ketiga Pancasila.

"Pancasila itu pusat kekuatan Indonesia. Jadi perang generasi kelima itu langsung menusuk pusat kekuatan Indonesia," kata Hinsa.

Berita Terkait

Sri Mulyani Tetapkan Batas Maksimal Defisit dan Pinjaman Daerah di APBD 2017

PWI Cash Back Tamat, Mari Bergabung dengan PWI KLB

Kapolri Minta Vaksinasi Booster Untuk Lansia Dimaksimal

Mengapa Etnis Rohingya Begitu Dibenci di Myanmar?

Bupati Rohil H.Suyatno Buka Rakor Sensus Penduduk Tingkat Kabupaten

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat