MENU TUTUP

Tim Jokowi: Mengucapkan Selamat ke Pemenang Itu Baik, Bukan Budaya Barat

Senin, 01 Juli 2019 | 08:47:40 WIB
Tim Jokowi: Mengucapkan Selamat ke Pemenang Itu Baik, Bukan Budaya Barat

Jakarta - Sandiaga Salahuddin Uno menilai pemberian ucapan selamat kemenangan kepada pemenang Pilpres 2019 adalah budaya barat dan bukan budaya Indonesia. Tim Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun menilai pernyataan Sandi salah besar karena memberi selamat kepada pemenang adalah budaya baik.

"Menghormati dan tunduk kepada keputusan MK adalah kepatuhan kepada konstitusi, dan patuh kepada konstitusi adalah kewajiban setiap warga negara. Akan tetapi, memgucapkan selamat adalah sikap yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, jadi salah besar kalau Sandi mengatakan bahwa ucapan selamat adalah budaya barat," ujar politikus Hanura, Inas Nasrullah Zubir kepada wartawan, Minggu (1/7/2019) malam.

Dia juga mengatakan jika Sandi malu atau terbawa perasaan atas kekalahannya, maka Sandi bukan sosok negarawan yang baik. Menurutnya, jika benar seperti itu, mental Sandi belum matang sebagai politikus.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, mengaku memahami ucapan Sandi. Meski begitu, lanjut Karding, budaya memberikan ucapan selamat itu adalah budaya baik sehingga patut dicontohkan di Indonesia.

"Saya sih memahami Mas Sandiaga masih dalam posisi yang sangat kecewa ya, beliau sangat terpukul, kalah, sehingga ya sesuatu yang manusiawi, kalau dia tidak ingin ucapkan selamat kepada pemenang, tetapi, budaya ucapkan selamat itu adalah budaya baik. Tidak semua budaya barat itu musti kita tolak, kalau dalam prinsip itu kita ambil yang baik, kita tinggalkan yang tidak baik, demokrasi juga dari barat, dan banyak praktik-praktik bisnis yang ditempuh orang Indonesia, termasuk Pak Sandiaga, manajemennya dari barat juga," katanya.


Karding juga mengatakan narasi yang dibuat Sandi soal ucapan selamat adalah budaya barat itu tidak seharusnya dilontarkan. Dia pun enggan mempermaslahkan Sandi yang tidak mengucapkan selamat ke Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi narasi yang dbangun tidak tepat, kalau alasannya itu soal (budaya) barat, tidak barat, tapi saya kira hanya emang belum sepenuhnya bisa terima atau dilatarbelakangi kekecewaan yang mendalam, karena keputusan yang ada. Saya kira nggak ada masalah kalau Pak Sandi nggak ucapkan selamat," ucap Karding.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno belum mengucapkan selamat kepada pemenang Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin meski menyatakan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan hasil pilpres yang dilayangkan mereka. Sandiaga menilai ucapan selamat seperti budaya barat.

"Kami sudah menghormati putusan MK kemarin dan ini sudah tingkatan yang paling tinggi bahwa kita menghormati prosesnya dan selamat-selamat itu kan kayak budaya Barat ya. Di dalam kontestasi kita, setiap kali ketemu kita cipika-cipiki, selama debat kemarin kita selalu mengucapkan kata-kata yang baik, jadi nggak ada masalah," kata Sandiaga Uno di JCC, Minggu (30/6).(detik.com) 

 

 

Berita Terkait

TKN Setuju Istilah 'Cebong-Kampret' Dikubur: Pilpres Bukan Saling Ledek

Israel Tembak Mati Pemuda Palestina yang Terobos Perbatasan

Amien Rais Bertemu Prabowo Subianto Sore Ini

Penonaktifan Gubernur Kepri yang Kena OTT KPK Tunggu Status Hukum

TKN: Idealnya Prabowo Akui Kemenangan Jokowi dengan Ucapkan Selamat

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

PSI X ESI Rohil Hadirkan Turnamen Free Fire Independent Day 2026

2

Kadisdikbud Rohil Pastikan Program Seragam Sekolah Gratis SD-SMP Tetap Berlanjut

3

STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Siap Gelar UAS Genap TA 2025/2026

4

Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan: Jembatan Merah Putih Presisi di Rohil Diresmikan

5

Simak Arahan Kadisdikbud Rohil saat Buka MPLS di SMPN 1 Bangko

6

Ringankan Beban Masyarakat, Sat Binmas Polres Rohil Gelar Gerakan Pangan Murah

7

Muhammad Maliki Resmi Berlabuh ke PSI, Optimistis Tatap Pemilu 2029

8

Polsek Bangko Gelar Malam Pengantar Tugas Kompol Buyung Kardinal

9

65 Anggota Polres Rohil Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Peningkatan Profesionalisme

10

Bupati Rohil Resmikan Festival Ekraf Pesona Boapi 2026, Dorong Digitalisasi UMKM Via QRIS