MENU TUTUP

BPJS Kesehatan Tunggak Utang Rp400 Miliar pada Kimia Farma

Selasa, 07 Mei 2019 | 21:05:52 WIB
BPJS Kesehatan Tunggak Utang Rp400 Miliar pada Kimia Farma Poto Ilustrasi BPJS Kesehatan

Jakarta, WAWASANRIAU -- PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menunggak pembayaran kepada perusahaan sekitar Rp400 miliar per kuartal I 2019. Angka itu masih terus berjalan (on going) dan mempengaruhi jumlah piutang pendapatan perseroan.

Direktur Keuangan Kimia Farma IGN Suharta Wijaya mengatakan piutang ini terdiri dari dua jenis, yakni piutang langsung dan tidak langsung. Dari segi bisnis farmasi, BPJS Kesehatan tentu perlu membayar obat yang telah diberikan rumah sakit. Namun, BPJS Kesehatan juga perlu bertanggung jawab atas beberapa biaya pengobatan di klinik kelolaan Kimia Farma.

"Tapi angka piutang tersebut sifatnya on going, jadi tentu piutangnya terus bertambah hingga sekarang seiring kewajiban yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan," jelas Suharta, Selasa (7/5).

Ia memahami bahwa saat ini BPJS Kesehatan tengah mengalami masalah likuiditas. Bahkan, pemerintah sampai harus mempercepat pencairan iuran BPJS Kesehatan bagi Peserta Bukan Iuran (PBI) sebesar Rp8,4 triliun di awal tahun. Namun tak dapat dipungkiri hal itu turut mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Pada kuartal I 2019, perseroan sejatinya membukukan pertumbuhan pendapatan 21,79 persen secara tahunan dari Rp1,49 triliun menjadi Rp1,81 triliun. Hanya saja, perusahaan mengalami penurunan laba sebesar Rp20,63 miliar, atau turun 44,56 persen dibanding tahun kemarin Rp37,21 miliar.

Suharta bilang, penurunan laba terjadi karena ada kenaikan beban bunga bank yang mencapai 218,23 persen. Jika piutang tersebut dibayar tepat waktu, harusnya perusahaan masih bisa mengamankan laba.

"Salah satu yang menekan laba tersebut adalah biaya bank yang tinggi, sehingga memang mengantisipasinya adalah dengan mendapatkan piutang tersebut," jelas dia.

Kendati demikian, Suharta mengatakan BPJS Kesehatan sudah beritikad baik untuk membayar seluruh piutangnya. Tahun ini, lanjut dia, pembayaran piutang BPJS Kesehatan dianggap lebih baik. Sebab, piutang pendapatan dengan masa di atas tiga bulan semakin sedikit.

"Kami juga sudah bertemu BPJS Kesehatan dan sudah jauh membaik sistem pembayarannya. Kami harapkan bisa terus seperti ini, di mana piutang yang punya masa aging tiga bulan secepatnya dibayar," papar dia.

Sumber : CNN Indonesia 

Berita Terkait

Penyaluran Dana Bagi Hasil Pajak Daerah Rp 20,9 T Ditunda

Diprotes MUI, Menkominfo: Selama Bertentangan, Saya Blokir !!

Minta Jokowi Turun, Pendukung Anies Kembali Dipolisikan

BSSN Sebut Indonesia Alami Perang Tak Kasat Mata

Wamendagri Bima Arya Apresiasi APEKSI, Fasilitasi Kepala Bappeda Bahas Isu Strategis

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat