MENU TUTUP

Rutan Bagansiapiapi dan Puskesmas Tandatangani MoU Penanganan HIV/ Aids dan TB

Sabtu, 27 April 2019 | 17:35:32 WIB
Rutan Bagansiapiapi dan Puskesmas Tandatangani MoU Penanganan HIV/ Aids dan TB Kepala Lapas Bagansiapiapi Jufri bersama Ka Puskesmas Bagansiapiapi dr Erwinto usai penandatanganan MoU

Rohil (wawasanriau) --Cabang Rutan Bagansiapiapi menandatangani kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Puskesmas Bagansiapiapi dalam bidang kerjasama pembinaan kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (27/4/2019).

Penandatanganan kesepakatan ini dilaksanakan dalam apel puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-55 tahun di kantor Cabang Rutan Bagansiapiapi oleh Kepala Cabang Rutan Bagansiapiapi, Jupri dan Kepala Puskesmas Bagansiapiapi, dr Erwinto.

"Bentuk kerja sama kita dengan Puskesmas ini terutama dalam bidang pencegahan dan penanganan HIV/ Aids dan Tuberkolosis (TB) yang kini juga menjadi fokus penanganan oleh pemerintah melalui kerja sama Kemenkumham dan Kemenkes RI," kata Jupri usai memimpin Apel.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan bentuk tanggung jawab Rutan untuk memastikan WBP mendapat penanganan yg baik dalam bidang kesehatan selama menjalani masa pembinaan di Rutan.

"Kita berharap semua WBP kita selalu dalan keadaan sehat. Namun, kita juga menyiapkan penanganan jika memang WBP kita harus menjalani perawatan intensif terutama dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/ Aids dan TB," tambahnya.

Melalui kerja sama ini, Jupri berharap Rutan Bagansiapiapi mampu menekan penyebaran angka TB dan HIV/ Aids di dalam Rutan. 

Sementara itu, kasus yang tercatat di Rutan Bagansiapiapi hanya TB. Sementata HIV/ Aids nihil kasus. Pengidap TB sendiri di Rutan pada semester awal tahun 2019 ini hanya 1 orang. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai 7 orang. 

"Semuanya telah sembuh total dan selesai menjalani perawatan dalam beberapa bulan. Sementara 1 orang sisanya baru mulai perawatan karena yang bersangkutan merupakan warga binaan yang baru masuk dan telah diidentifikasi sakit sebelum menjalani masa hukuman," papar Jupri.

Pihak Rutan dan Puskesmas sendiri mengidentifikasi terduga pengidap TB melalui pemeriksaan batuk dan dahak dari WBP yang diperiksa di laboratorium milik Puskesmas Bagansiapiapi. Sementara penyandang HIV/ Aids diidentifikasi melalui peneriksaan darah kepada seluruh WBP yang memiliki rekam penggunaan narkoba dan pemilik tato.

"Keduanya ini penyakit menular yang berbahaya bukan hanya bagi penyandangnya saja. Tapi juga kepada orang sekitarnya. Maka itu kita harus melakukan antisipasi sedini mungkin serta memonitoring mereka yang tengah menjalani perawatan," pungkasnya. (rls) 

Berita Terkait

Panduan Memilih Pemimpin dalam Islam Seperti Rasullullah

Cooling System Ditlantas Polda Riau kembali mengajak para Wajib Pajak melalui Samsat Tanjak

Terkait Berdirinya Bangunan Pasca Eksekusi, Ini Jawaban Juru Bicara Humas PN Rohil

Babinsa Koramil 01 Bangko Panen Padi Bersama Petani

Bupati Rohil Tinjau Penerangan Hiasan Payung Gantung

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat