MENU TUTUP

3 Faktor yang Mempengaruhi Buang Air Kecil

Kamis, 25 April 2019 | 10:07:48 WIB
3 Faktor yang Mempengaruhi Buang Air Kecil

Jakarta - Pipis alias buang air kecil adalah bagian dari aktivitas metabolisme harian. Setiap hari pasti ada cairan hasil penyaringan di ginjal yang harus dibuang setiap hari.

Rasa kebelet pipis biasanya muncul tiap 2-3 jam sehingga tiap hari seseorang bisa pipis hingga 8 kali sehari. Menurut dokter ahli urologi dr Ponco Birowo SpU(K), PhD sedikitnya ada 3 faktor yang mempengaruhi buang air kecil setiap hari. 

1. Jumlah konsumsi cairan
Menurut dr Ponco dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), jumlah konsumsi cairan merupakan salah satu faktor yang menentukan frekuensi dan volume pipis. Semakin banyak minum tentunya makin banyak pula air pipis yang harus dibuang.

"Hal inilah yang mengakibatkan pipis cenderung lebih sedikit saat puasa, karena kita juga minumnya terbatas. Ingat jika terasa ingin pipis sebaiknya jangan ditahan," kata dr Ponco.

2. Jenis cairan yang dikonsumsi
Beberapa jenis cairan konsumsi terbukti bisa memancing produksi urine dalam tubuh, atau yang kerap disebut diuretik. Misalnya kopi atau minuman berenergi yang mengandung banyak kafein.

Dengan sifat tersebut sangat disarankan minum cukup air putih usai mengonsumsi minuman tinggi kafein. Kecukupan air putih menjaga keseimbangan cairan yang mempengaruhi fungsi tubuh.

3. Kondisi khusus
Perempuan yang sedang hamil atau sering melahirkan biasanya tidak bisa nahan pipis, sehingga mereka terlihat lebih sering buang air kecil. Rahim yang menekan kandung kemih serta ketahanan otot panggul yang turun mengakibatkan perempuan sulit mengontrol pipis.

Selain kehamilan, dr Ponco juga menyebutkan Over Active Bladder (OAB) yaitu kondisi abnormal yang mengakibatkan seseorang sering buang air kecil. OAB adalah masalah pada fungsi penyimpanan kandung kemih yang menyebabkan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil. Beberapa kondisi yang mengakibatkan OAB adalah usai stroke, cedera tulang belakang, multiple sclerosis, dan penyakit Parkinson. (detikcom) 

Berita Terkait

Polsek Pujud Ringkus Dua Pengedar Sabu

Telur Mentah Lebih Bergizi dari Telur Matang, Apa Benar?

Mungkinkah WhatsApp Bernasib Buruk Seperti BBM?

Kenalan di Facebook Pagi Hari, Malam Cewek Ini Ditemukan Tewas

Ramadayani Putri Asal Sintong Rohil Raih 2 gelar Ajang Nasional Tahun 2024

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

7

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

8

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

9

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini

10

Sidang Isbad, Muhammadiah Tetapkan 18 Februari 2026 Lebih Awal Dari Pemerintah