MENU TUTUP

Mungkinkah WhatsApp Bernasib Buruk Seperti BBM?

Sabtu, 20 April 2019 | 10:15:58 WIB
Mungkinkah WhatsApp Bernasib Buruk Seperti BBM?

Jakarta - BlackBerry Messenger atau BBM sebentar lagi tinggal kenangan, aplikasinya berhenti beroperasi di 31 Mei 2019 karena sudah ditinggalkan penggunanya. Akankah WhatsApp suatu saat nanti mengalami nasib buruk serupa?

Popularitas WhatsApp turut menjadi penyebab tumbangnya BBM, selain berjubelnya fitur BBM malah dianggap tidak menarik bagi user. Dan saat ini, status sebagai layanan messaging terpopuler dunia membuat WhatsApp sangat kokoh posisinya.

Dikutip detikINET dari Forbes, jumlah pengguna WhatsApp sudah lebih dari 1,5 miliar di seluruh dunia. Sebanyak 65 miliar pesan dikirim user per harinya.

Namun demikian bukan berarti tidak ada celah yang memungkinkan kejatuhan WhatsApp. Salah satunya intervensi makin dalam dari sang induk, Facebook, yang membuat WhatsApp terindikasi sudah berbeda dari di masa silam.

"Hal yang memicu level adopsi sebesar ini adalah kemudahan pemakaian WhatsApp, keamanannya dan kecilnya campur tangan marketing," sebut Zak Doffman, kolumnis teknologi di Forbes.

"Tapi sekarang Facebook, perusahaan induk WhatsApp, mau menjadikan semua sukses itu dalam risiko. Dan alasannya? Eksploitasi data," tambah dia.

Facebook sudah memastikan akan memasukkan iklan di status WhatsApp, sesuatu yang sebenarnya 'diharamkan' pendirinya. Kemudian, akan ada integrasi antara Facebook Messenger, Instagram dan WhatsApp sehingga para pemakainya dapat berkirim pesan lintas platform.

Persepsi bahwa WhatsApp aman pun dapat terganggu mengingat reputasi Facebook belakangan soal privasi dan sekuriti tidak sebaik dahulu. Belum lagi WhatsApp punya masalah seputar penyebaran hoax dan pemerintah negara seperti India, menekan mereka untuk membuka data.

Perbedaan pendapat soal masa depan WhatsApp pun membuat kedua pendirinya tahun lalu lengser, yakni Jan Koum dan Brian Acton. "Bagi Facebook, risiko terbesar bagi reputasi WhatsApp mungkin adalah perbuahan dari respek terhadap privasi," tulis Laura Slattery dari Irish Times.

Ketika iklan sudah datang, WhatsApp menurut dia akan menjadi sesuatu yang tidak keren lagi, menghasilkan uang dengan mengorbankan user.

Akan tetapi, WhatsApp memang sudah menjadi layanan messaging yang jadi ketergantungan begitu banyak orang. Dalam waktu dekat, belum ada tanda-tanda sangat kuat bahwa nasibnya akan seburuk BlackBerry Messenger. 

(detikcom) 

Berita Terkait

Artis Amel Alvi Akhirnya Akui Jual Diri tanpa Paksaan

18 Gerobak Kayu Olahan Diduga Hasil Ilegalloging Diamankan Polsek Bangko

Perayaan Imlek, Polsek Bangko Kerahkan 40 Personil Untuk Keamanan

Sambut Pilkada 2020, Begini Pesan Tokoh Masyarakat Rohil

Dandim 0321 Rohil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Karhutla di Mamugo

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat