MENU TUTUP

Penjelasan Cara Kerja Fake BTS, Alat Penyebar SMS Palsu

Jumat, 19 April 2019 | 09:24:26 WIB
Penjelasan Cara Kerja Fake BTS, Alat Penyebar SMS Palsu

Jakarta - Bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan saat ini Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) tengah bekerja memantau perkembangan penggunaan Base Transceiver Station(BTS) tiruan, atau fake BTS, yang meresahkan karena dianggap jadi salah satu pemicu maraknya penyebaran SMS palsu berisi hoax.

Komisioner BRTI Agung Harsoyo menuturkan, penyebar SMS palsu lewat blast SMS ini dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan teknologi IT yang dinamakan mobile blaster atau fake BTS. Dengan perangkat tersebut oknum yang tak bertanggung jawab dapat mengirimkan pesan singkat SMS kepada pelanggan tanpa izin operator selulermaupun pemilik nomor yang sesungguhnya.

"Yang melakukan penyebaran SMS itu bukan operator. Melainkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang memiliki alat mobile blaster atau kita sebut fake BTS. Dengan alat tersebut mereka bisa menyebarkan SMS seolah-olah dari pemilik resmi nomor tersebut," kata Agung.

"BRTI mengimbau masyarakat yang melakukan penyebaran SMS melalui fake BTS untuk menghentikan kegiatannya. Kegiatan tersebut telah merugikan masyarakat dan melanggar UU ITE," ucap Agung melanjutkan.

Meski regulator telah melarang penggunaan fake BTS, Agung mengakui, hingga saat ini Kominfo masih kesulitan untuk menghentikan secara penuh penggunaan fake BTS di masyarakat. Selain karena alat tersebut telah beredar cukup masif di masyarakat tanpa melalui operator seluler, pengoperasian fake BTS ini juga dilakukan secara random dan berpindah-pindah tempat. 

"Tergantung event yang akan disasar," ungkap dia.

Agung menuturkan, fake BTS ini sebenarnya sudah dipergunakan sejak pilkada DKI beberapa waktu yang lalu. Namun pada saat itu jumlahnya tak terlalu banyak. Ketika pemilu serentak 17 April, jumlah SMS blast yang melalui teknologi fake BTS ini mulai marak. 

Cara beroperasi fake BTS dalam menyebaran SMS dinilai Agung cukup canggih. Masyakarat yang memiliki alat fake BTS ini melakukan intersepsi jaringan operator telekomunikasi tertentu disekitar BTS yang dekat dengan alat fake BTS tersebut.

"Jadi, fake BTS ini memancarkan frekuensi seolah-olah BTS operator. Padahal sesungguhnya ini murni tanpa melalui core atau billing sistim operator. Mereka melakukan intersepsi diantara BTS dan pelanggan telepon selular," pungkas Agung.

Hingga saat ini alat fake BTS masih dijual bebas di beberapa toko IT offline dan penjualan online dengan harga puluhan juta rupiah. Agung menjelaskan, sebenarnya fake BTS itu merupakan alat ilegal dan tidak pernah diperkenalkan oleh regulator.

Karena sudah meresahkan masyarakat, Kominfo dan BRTI pun melarang penjualan fake BTS saat ini. Pelarangan tersebut sama seperti penjualan jammer dan pengguat sinyal. (detikcom) 

Berita Terkait

HUT Ke - 4, Rumah Sakit Cahaya Adakan Pengobatan Gratis Warga Lansia

Pembukaan TTG Nusantara Ke-XXlV Di Lampung Rohil Tampilkan Inovator Tepat Guna

Hak Jawab,Protes Keras dan Koreksi Berita Resmi Dilayangkan, Suriani Siboro : Minta aja tanda terima

BAWASLU Kabupaten Kampar adakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Bagi Ormas, Penyandang Disabilitas, da

Diduga Proyek Rehabilitasi Sawah di Parit Aman Rohil Gagal

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Hati-hati Modus Gerebek Mesum OTK di Pekanbaru Peras dan Rampas Mobil

7

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

8

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

9

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

10

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini