MENU TUTUP

Teroris Christchurch Terinspirasi Pembantaian oleh Anders Breivik

Jumat, 15 Maret 2019 | 18:33:45 WIB
Teroris Christchurch Terinspirasi Pembantaian oleh Anders Breivik

WAWASANRIAU.COM - Penembakan Masjid di Christchurch, Selandia Baru Petugas Ambulans membawa korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Brenton Tarrant, teroris yang menyerang masjid di Christchurch, mengaku terinspirasi dari beberapa serangan Islamophobia. Salah satunya adalah pembantaian yang dilakukan Anders Breivik di Norwegia pada 2011.

Pengakuan Brenton dimuat dalam manifestonya setebal 73 halaman. Dokumen yang sempat beredar di media sosial itu diberi nama The Great Replacement (Pergantian Besar).

"Saya hanya terinspirasi dari Knight Justiciar Breivik," tulis Tarrant. Knight Justiciar adalah gelar kehormatan untuk Breivik dari para pengagumnya yang merujuk ke tingkatan kesatria Perang Salib.

Breivik adalah orang meledakkan bom mobil dekat gedung pemerintah di Oslo, Norwegia, yang menewaskan delapan orang pada Juli 2011. Dia kemudian melakukan penembakan massal yang membunuh 69 orang lagi, yang mayoritasnya remaja, di sebuah perkemahan musim panas oleh Liga Pemuda Buruh di Pulau Utoya.

Pengadilan Norwegia telah menghukum Breivik 21 tahun penjara. Saat ini, Breivik juga tengah diadili oleh Pengadilan HAM Eropa.

Dalam manifestonya, Brenton juga mencatut nama tokoh-tokoh Islamophobik lainya. Satu di antaranya adalah Darren Osborne, dalang serangan di Finsbury Park, London, Inggris, pada 2017.

Ketika beraksi Darren menabrakan mobilnya ke kerumunan orang yang baru pulang salat Tarawih. Dia juga keluar dari mobil untuk membunuh orang yang ada di dekat lokasi penyerangan. Pengadilan Inggris menyatakan Darren bersalah dan menghukumnya penjara seumur hidup.

Selain terinspirasi dari Breivik, Brenton tampaknya juga terinspirasi dari tulisan penulis Prancis, Renaud Camus. Pasalnya nama manifestonya sama dengan karya Camus yang berjudul Le Grand Pemplacement. Tulisan itu berisi teori konspirasi mengenai pemusnahan ras kulit putih di Eropa yang digantikan kelompok imigran Arab dan Afrika.

Brenton juga menyinggung politikus sayap kanan Prancis, Marine Le Pen dalam manifestonya. Aksi terorismenya juga dikatakan sebagai respons kekalahan Le Pen dalam Pemilu Prancis pada 2017.

Aksinya, ditulis Brenton, juga dianggap bentuk balas dendam akibat tewasnya Ebba Åkerlund, bocah 11 tahun korban terorisme dengan menabrakkan truk ke massa pada 2017 di Stockholm.

 

Sumber : kumparan

Berita Terkait

Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat dan Daerah 2026

Mengenal Hakim Agung yang Tolak Lepaskan Syafruddin Temenggung

Kata Ketua DPR soal Usul Pembentukan Pansus 22 Mei

Dukung Pramuka, Kemenpora Kucurkan Anggaran Rp 91 Miliar

BPJS Kesehatan Tunggak Utang Rp400 Miliar pada Kimia Farma

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat