MENU TUTUP

Kelompok HAM: Persekusi Muslim Berbagai Etnis di Myanmar Meningkat

Selasa, 05 September 2017 | 13:06:48 WIB
Kelompok HAM: Persekusi Muslim Berbagai Etnis di Myanmar Meningkat pengungsi Rohingya (Foto: Reuters)

Yangon - Persekusi sistematis terhadap seluruh warga minoritas muslim dilaporkan meningkat di Myanmar, dan bukan hanya di negara bagian Rakhine yang kini kembali bergolak dan telah menyebabkan hampir 90 ribu warga muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Menurut kelompok HAM independen Burma Human Rights Network, persekusi muslim dari berbagai etnis itu didukung oleh pemerintah, unsur-unsur di kalangan para biksu Buddha Myanmar, dan kelompok-kelompok sipil ultranasionalis.

"Transisi ke demokrasi telah memungkinkan prasangka populer mempengaruhi bagaimana pemerintahan baru memerintah dan memperkuat narasi berbahaya yang membuat muslim sebagai orang asing di Burma (nama lain Myanmar) yang mayoritas Buddha," demikian disampaikan organisasi tersebut dalam laporan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (5/9/2017).
 


Laporan tersebut disusun berdasarkan lebih dari 350 wawancara di lebih dari 46 kota dan desa di Myanmar selama kurun waktu delapan bulan sejak Maret 2016.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah Myanmar atas laporan tersebut. Otoritas Myanmar telah membantah diskriminasi dan menyatakan bahwa militer Myanmar di Rakhine sedang melakukan operasi sah untuk memerangi para "teroris".

Selain muslim Rohingya, laporan tersebut juga membahas gambaran yang lebih luas mengenai muslim dari berbagai etnis di seluruh Myanmar, menyusul gelombang kekerasan sektarian pada tahun 2012 dan 2013. Dalam laporan itu disebutkan, banyak muslim dari berbagai etnis ditolak untuk mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan akses ke tempat-tempat ibadah Islam telah diblokir di sejumlah tempat.

Disebutkan bahwa setidaknya 21 desa di Myanmar telah menyatakan wilayah mereka sebagai "zona terlarang" bagi muslim, dan ini didukung oleh otoritas setempat.

Di negara bagian Rakhine, laporan tersebut menyoroti meningkatnya pemisahan antara komunitas Buddha dan muslim dan larangan perjalanan bagi muslim Rohingya, yang membatasi akses mereka ke layanan kesehatan dan pendidikan.

Selama ini perlakuan terhadap sekitar 1,1 juta warga Rohingya di Myanmar merupakan tantangan terbesar yang dihadapi pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Perempuan peraih Nobel Perdamaian itu menuai kritikan karena dianggap tidak berbuat banyak untuk melindungi warga Rohingya dari persekusi.

Sumber : detik.com

Berita Terkait

Ketum MUI Dukung Wacana Investasi Dana Haji Buat Infrastruktur

TP PKK Pusat Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Bandang di Kabupaten Pidie Jaya

Grogi Kibarkan Bendera, Rangga Tak Menyangka Dapat Sepeda dari Jokowi

Kemendagri Ungkap Alasan Belum Selesaikan Pemecatan ASN Korupsi

Jelang Mudik Lebaran, Wamendagri Bima Cek Kelayakan Armada Bus di Terminal Leuwipanjang

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

7

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

8

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

9

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini

10

Sidang Isbad, Muhammadiah Tetapkan 18 Februari 2026 Lebih Awal Dari Pemerintah