MENU TUTUP

Pengakuan AKBP Didik: Uang Dari B4ndar N4rkob0y Dipakai Perbaiki Kantor Polres Bima Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 10:07:43 WIB
Pengakuan AKBP Didik: Uang Dari B4ndar N4rkob0y Dipakai Perbaiki Kantor Polres Bima Kota

Dittipidnark0b4 Mabes Polri mengusut aliran uang band4r n4rkob0y Erwin Iskandar alias Koko Erwin ke mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. Penyidik telah mengkonfrontir Koko Erwin, AKBP Didik, dan mantan Kasatresnark0b4 Polres Bima Kota AKP Malaungi secara langsung. Mereka dikonfrontir dalam satu ruangan. Saat itu, AKP Malaungi didampingi penasihat hukumnya, Asmuni.

"Saya hadir saat konfrontir secara langsung di Mabes Polri. Di dalam satu ruangan itu, ada AKBP Didik, Koko Erwin, dan penyidik serta masing-masing penasihat hukum," tutur Asmuni. Menurut dia, ada beberapa hal yang ditanyakan penyidik, di antaranya berkaitan dengan aliran uang.

"Kalau klien saya mengakui ada aliran uang. Semua itu atas perintah dari kapolres (AKBP Didik)," bebernya. Jumlah aliran uang yang mengalir ke AKBP Didik Rp 2,8 miliar. Uang tersebut diterima dari Koko Erwin Rp 1 miliar dan dari b4n4r n4rk0boy lain berinisial H alias Boy Rp 1,8 miliar.

Saat ditanya penyidik mengenai aliran uang tersebut, AKBP Didik membantah. Uang Rp 1 miliar tersebut tidak pernah diterima AKBP Didik. "Tidak diakui menerima uang dari Koko Erwin," bebernya. Kendati demikian, AKBP Didik mengakui menerima uang Rp 1,8 miliar itu. Tetapi, uang itu tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Katanya (AKBP Didik) digunakan untuk perbaikan Mako Polres," tutur Asmuni. Sementara, Koko Erwin mengaku kepada penyidik tidak mengenal AKBP Didik. Tetapi, mengakui adanya pemberian uang ke AKP Malaungi. "Tujuan pemberian uang itu untuk kapolres," ungkapnya.

Koko Erwin juga membantah menitipkan n4rkoboy jenis s4bu ke AKP Malaungi seberat 488,496 gram. "Katanya tidak menitip, melainkan memberikan," jelasnya. Asmuni menegaskan, bantahan AKBP Didik tidak menerima uang Rp 1 miliar dari Koko Erwin itu merupakan haknya. "Tetapi ingat, semua ada bukti chat-nya," tegasnya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid tidak mengetahui mengenai hasil pemeriksaan di Mabes Polri. Namun, dia memastikan kasus Tindak Pidana Pencuc!am Uang (TPPU) itu masih berjalan. "Nanti kalau ada perkembangan, kami kabarkan," kata Kholid singkat.

Dikutip dari: Lombok Post Online

Berita Terkait

Polres Rohil Kembali Ungkap Kasus Peredaran Sabu Seberat 4,62 Gram

Jadikan Ramadhan 1445 H Tambah Aman, Polsek Siak Hulu Lakukan Pengamanan Tertib Ramadhan LK 2024

Viralll..!! Tewaskan Terduga Pelaku Curanmor, Delapan Warga Ditangkap Polisi

Tahanan Kejari Tewas di RSUD Bagansiapiapi

Diduga Hutan Mangrove Dibabat, Kata Camat Sinaboi Rencana Mau Bikin Kelompok Tani

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat