MENU TUTUP

Tak ada lagi nasi kotal, Menkeu Usulkan Program MBG Diganti Duit Tunai

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:09:22 WIB
Tak ada lagi nasi kotal, Menkeu Usulkan Program MBG Diganti Duit Tunai

Jakarta,WawasanRiau.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu janji utama pemerintahan baru kini sedang dalam tahap evaluasi besar-besaran terkait mekanisme penyalurannya. 

Menteri Keuangan Purbaya secara mengejutkan mengusulkan kepada Presiden agar program ini tidak lagi disalurkan dalam bentuk makanan jadi atau nasi kotak, melainkan dalam bentuk bantuan tunai langsung (cash transfer) kepada orang tua siswa. 

Usulan ini didasari oleh keinginan untuk menghindari pemborosan makanan yang seringkali terbuang sia-sia jika menu yang diberikan tidak sesuai dengan selera anak di daerah masing-masing.

Purbaya berpendapat bahwa skema tunai jauh lebih efisien dan transparan dalam hal pengawasan anggaran. 

Dengan memberikan uang tunai sekitar Rp300.000 per bulan langsung ke rekening orang tua, potensi korupsi di tingkat vendor atau pengadaan barang bisa ditekan secara drastis. 

Selain itu, orang tua bisa memiliki fleksibilitas untuk mengatur menu gizi sesuai kebutuhan spesifik anak mereka, sekaligus mendidik keluarga dalam mengelola keuangan secara mandiri. 

Sisa dana yang tidak terpakai untuk makan pun bisa ditabung untuk keperluan pendidikan lainnya.

Namun, usulan ini langsung memicu pro dan kontra yang sangat sengit di tengah masyarakat. Pihak yang tidak setuju khawatir bahwa uang tunai tersebut nantinya justru tidak digunakan untuk membeli makanan bergizi bagi anak, melainkan dipakai orang tuanya untuk membeli pulsa, rokok, atau bahkan digunakan untuk judi online. 

Ada kekhawatiran bahwa m4ti-nya fungsi kontrol gizi akan terjadi jika pemerintah melepas sepenuhnya tanggung jawab penyediaan makanan sehat kepada masing-masing keluarga tanpa pengawasan yang sangat ketat.

Saat ini, wacana tersebut masih dalam tahap kajian mendalam sebelum akhirnya diputuskan oleh Presiden. Jika usulan Menkeu Purbaya diterima, maka ini akan menjadi pergeseran besar dalam strategi perlindungan sosial di Indonesia. 

Tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa setiap rupiah yang diberikan benar-benar masuk ke perut anak-anak sekolah dalam bentuk gizi yang berkualitas, bukan menguap begitu saja menjadi konsumsi yang tidak produktif. 

Rakyat kini menanti keputusan final yang dianggap paling aman bagi kesehatan anak bangsa sekaligus aman bagi anggaran negara dari tangan-tangan koruptor. **

Berita Terkait

Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Utang Tambah Rp 1.067 T di Era Jokowi, JK: Kita Ingin Ada Pertumbuhan

Kadis LH Rohil Suwandi S.Sos : Tiga Bulan Bersihkan Sampah Wujudkan Rohil Bersih Dari Sampah

Anggota Satgas TMMD dan warga gelar doa bersama

Sandiaga Uno Habiskan Rp 1,4 T Demi Jadi Cawapres

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Perkuat Integritas dan Nasionalisme Lewat Ngaji Kebangsaan

2

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

3

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

4

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

5

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

6

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

7

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

8

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

9

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

10

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin