MENU TUTUP

Bima Arya Terima Penghargaan APCAT atas Dedikasi Pengendalian Tembakau di Kawasan Asia Pasifik

Selasa, 27 Januari 2026 | 07:31:35 WIB
Bima Arya Terima Penghargaan APCAT atas Dedikasi Pengendalian Tembakau di Kawasan Asia Pasifik

Jakarta,WawasanRiau.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menerima penghargaan APCAT Award (Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development) yang didukung oleh Bloomberg Philanthropies pada forum APCAT Summit 2026 yang digelar di JW Marriott Jakarta, Senin (26/1/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya selama satu dekade dalam menunjukkan komitmen dan aksi nyata di bidang pengendalian tembakau serta pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM).

Dalam kesempatan itu, Bima Arya menegaskan peran strategis pemerintah pusat dan daerah, termasuk para wali kota, dalam menghadapi tantangan industri tembakau yang semakin agresif menyasar generasi muda.

"Jika kita geram pada korporasi yang merusak lingkungan, maka hari ini seharusnya kita juga sangat geram terhadap korporasi industri tembakau yang merusak anak-anak muda dan masyarakat," kata Bima.

Bima menjelaskan bahwa industri tembakau terus bertransformasi dengan pendekatan yang semakin terselubung. Menurutnya, promosi rokok kini tidak lagi tampil dalam bentuk iklan konvensional, melainkan menyusup melalui pesan subliminal yang menyerupai iklan minuman, permen, atau cokelat, bahkan masuk ke ruang privat keluarga.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi para kepala daerah di tengah tingginya prevalensi perokok nasional yang telah mencapai 38,12 persen dan masih terus meningkat.

"Kita harus fokus pada tindakan preventif dan preemptive demi menciptakan generasi tanpa rokok menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Bima juga menegaskan bahwa ketegasan pemerintah daerah (Pemda) dalam pengendalian tembakau tidak boleh goyah oleh kekhawatiran terhadap potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan pengalaman sejumlah daerah, kebijakan pengendalian tembakau yang tegas justru membuka peluang masuknya sektor industri lain, termasuk industri kesehatan, yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bima menitipkan tiga pesan penting bagi para kepala daerah, khususnya pejabat baru, yakni perlunya inovasi dalam kampanye pengendalian tembakau, penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan melalui pendekatan pentaheliks yang melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, serta regenerasi kepemimpinan agar upaya pengendalian tembakau tetap berkelanjutan meski masa jabatan kepala daerah terbatas.

APCAT Summit 2026 dihadiri para pemimpin daerah serta pemangku kepentingan sektor kesehatan se-Asia Pasifik. Bima Arya juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) APCAT bersama Wali Kota Balanga City, Filipina, Francis Anthony S. Garcia.**

Rilis : Puspen Kemendagri.

Berita Terkait

Rakit Imigran Terbalik di Perbatasan AS-Meksiko, Bayi Tewas

Digelar Polres Kampar, 425 Orang Ikut Divaksin termasuk Penyandang Disabilitas

Penyiar Radio Tewas Diberondong Tembakan di Selatan Filipina

Masih Diperiksa Kejagung, Sofyan Basir Belum Hadiri Panggilan KPK

Jelang Pilpres, Sandiaga Uno Raup Rp 71 Miliar

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Perkuat Integritas dan Nasionalisme Lewat Ngaji Kebangsaan

2

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

3

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

4

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

5

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

6

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

7

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

8

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

9

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

10

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin