Lancang Kuning

Pengalengan Kerang, Pemkab Rohil Minta Tim Balitbang Lakukan Penelitian

Bupati Rohil H Suyatno

BAGANSIAPIAPI,WAWASANRIAU.COM  - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) saat ini tengah menggeliatkan program budidaya kerang didaerah pesisir Rohil. Pasalnya, daerah pesisir selain memiliki potensi perikanan yang besar dan melimpah ruah juga potensi kerangnya sangat luar biasa, Baik itu jenis kerang batu maupun jenis kerang Bulu.

"Saya telah lihat daerah pesisir Rohil seperti Kecamatan Palika, Bangko dan Sinaboi. Dimana ketiga kecamatan itu selain menyimpan potensi perikanan juga menyimpan potensi kerang. Nah, Jika potensi-potensi itu kita kembangkan berupa budidaya maka sangat diyakini perekonomian masyarakat pesisir khususnya para nelayan akan meningkat," Kata Bupati Rohil, H Suyatno Amp, Senin (26/9) di Bagansiapiapi.

Agar niat baik kita ini bisa terealisasi, maka pemkab Rohil melalui dinas perikanan dan kelautan (Diskanlut) untuk melakukan pembinaan kepada para nelayan khususnya budidaya kerang. "Saya telah minta kepada diskanlut Rohil untuk memberikan pembinaan kepada nelayan tentang bagaimana cara budidaya kerang kepada nelayan, karena peluang budidaya itu sangat menjanjikan jika ditekuni dengan maksimal," Pinta Suyatno.

Disebutkan, Budidaya kerang didaerah pesisir itu tujuan utamannya adalah untuk meningkatkan dan mensejahterakan perekonomian masyarakat nelayan. Apalagi kerang-kerang yang ada ditiga kecamatan itu sangat layak untuk dikonsumsi karena kandungan logamnya sangat rendah sesuai dari hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Balitbang pusat beberapa waktu yang lalu.

Bupati juga berandai-andai jika Kerang-kerang yang ada dirohil bisa diolah berupa pengalengan seperti pengelengan ikan sarden. "Jika kerang-kerang itu bisa dikalengkan, maka kita siap mendatangkan investor untuk membangun pabrik dinegeri seribu kubah ini," tuturnya sembari mengatakan pemkab rohil nantinya akan mengundang tim belitbang untuk melakukan penelitian terhadap kepastian pengalengan kerang itu bisa atau tidakya.

Bupati juga mengaku budidaya kerang didaerah pesisir Rohil telah pernah dilakukan pada tahun 2003 lalu. Hanya saja masyarakat nelayan lebih banyak mengumpulkan bibit kerang itu untuk dijual kepenampung yang selanjutnya dibawa kenegara tetangga, Malaysia. Kegiatan itu katanya terus berlanjut dari tahun ketahun yang dampaknya membuat masyarakat saat itu kesulitan mendapatkan kerang untuk dikonsumsi.

"Namun Alhamdulillah kegiatan itu saat ini tidak ada terjadi lagi, Bahkan kerang-kerang dari tiga kecamatan telah mampu memenuhi kebutuhan lokal, propinsi Riau dan sumut serta sampai kenegara malaysia. Sementara untuk budidaya kerang yang ditekuni nelayan kita saat ini masih memakai cara tradisional dengan membuat tambak. Bahkan ada juga yang nelayan kita yang memanfaatkan pasang surut air laut, "Pungkasnya. (fie)


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar