Dewan Pendidikan Terbitkan 14 Rekomendasi Strategis untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Rohil
Rohil,Wawasanriau.com– Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berhasil meraih Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 66,4, yang menempatkan posisi pada predikat TUNTAS MUDA.
Secara administratif, Kabupaten Rokan Hilir dinilai telah memenuhi standar pelayanan dasar pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Meski demikian, pencapaian ini dinilai belum sepenuhnya menjawab tantangan secara keseluruhan mutu pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir, Gr. Azrul Arpan, S.E., M.M., menegaskan bahwa predikat "Muda" membawa pesan reflektif yang mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, status tuntas muda secara administratif baru menyentuh aspek akses dan partisipasi sekolah, namun belum sepenuhnya menjawab apakah anak-anak Rokan Hilir sudah benar-benar belajar dengan baik?
"Fakta di lapangan menunjukkan bahwa meskipun Angka Partisipasi Sekolah (APS) kita cukup tinggi, kualitas hasil belajar pada aspek literasi dan numerasi anak-anak Rokan Hilir masih tertahan di kategori sedang, bahkan kurang pada jenjang-jenjang tertentu. Ini adalah pekerjaan rumah besar yang tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja," ujar Azrul Arpan, (28/6/26).
Lewat tugas dan fungsi Dewan Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir melakukan langkah strategis penghimpunan data, analisis, pengawasan, hingga perumusan penyebab struktural dan kultural serta menerbitkan rekomendasi bagian dari Perencanaan Berbasis Data (PBD) oleh pemerintah daerah.
Rekomendasi strategis tersebut dibagi ke dalam beberapa klaster prioritas, antara lain.
1.Program pendampingan intensif literasi-numerasi menggunakan Platform Mardeka Mengajar (PMM) Kesetaraan SD/SMP/SMA dan Madrasah SD/SMP Kemenag, (program janka pendek) target meningkatkan mutu literasi-numerasi.
2.Pelatihan pembelajaran interaktif, berpikir kritis, adaptif dan pembelajaran berbasis penalaran untuk guru SD dan SMP umum (program janka pendek) target peningkatan mutu kualitas pembelajaran.
3.Pelatihan metodologi literasi-numerasi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) guru Kemenag dan Tutor PKBM (program jangka menengah) terget meningkatkan mutu literasi-numerasi.
4.Fasilitasi akreditasi PAUD minimal B untuk 50 PAUD (program jangka menengah) target meningkatkan persentase PAUD terakreditasi minimal B.
5.Program “Orang Tua Hebat, Anak Cerdas” sesi parenting dan kelas calistung bersama untuk anak usia 5-8 tahun di desa-desa. (program jangka menengah) target meningkatkan angka persipasi sekolah usia 5-6 tahun.
6.Sosialisasi kampung inklusif program Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI) di sekolah-sekolah piloting (uji coba atau pelaksanaan proyek percontohan dalam skala kecil sebelum diterapkan secara luas) (program jangka menengah) target menaikkan iklim inklusivitas.
7.Program oparasional dewan pendidikan (program jangka pendek dan berkelanjutan) target normalisasi tugas dan fungsi dewan pendidikan tingkat kab.
8.Revitalisasi dan pembangunan pasilitas sarana prasarana SD, SMP sesuai standar pendidikan (141 pakat perpustakaan SD, 25 paket perpustakaan SMP), (245 paket lab. komputer, dan 245 lab. IPA SD, 13 paket lab. komputer, dan 13 paket lab. IPA SMP), dan (169 RKB jenjang SD, 31 RKB jenjang SMP (program jangka menengah dan panjang) target terpenuhinya daya dukungan mutu standar sarana prasarana SD, SMP.
9.Validasi data dapodik untuk sekolah berstatus belum kirim atau belum singronisasi (10 SD dan 4 SMP) (program jangak pendek) target tervalidasi semua dapodik.
10.Rekonsiliasi ruang kelas untuk sekolah dengan rombel lebih besar dari ruang kelas 61 SD, dan 9 SMP (program jangka menengah) terget terpenuhinya sarana prasarana sekolah SD, SMP proritas dan selaras rasio rombel dengan ruang kelas.
11.Pemerataan kesenjangan guru antar sekolah atau relokasi Guru SD 598 guru berlebih dan 528 guru kurang. SMP 437 guru berlebih dan 111 guru kurang (program jangka menengah) target selaras rasio gugu dangan peserta didik.
12.Penggabungan administratif 9 SDN dengan peserta didik lebih kecil dari 60 siswa dan jarak berdekatan untuk efisiensi (program jangka menengah) target fektif adminstrasi dan efisiensi anggaran.
13.Optimalisasi SMP satu atap atau pendirian SMPN 2 Rantau Kopar untuk daerah dengan SD terpencil dan minim akses SMP Kec. Rantau Kopar (program menengah) target terpenuhinya ases layanan pendidikan jenjang SMP.
14.Pemenuhan kebutuhan guru dan tenga kependidikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama Terintegrasi 11 Rokan Hilir (program jangka pendek atau mendesak) target terpenuhinya pendidik dan tenga kependidikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama Terintegrasi 11 Rokan Hilir.
Dewan Pendidikan Rokan Hilir menargetkan indeks SPM Pendidikan melalui rekomendasi ini dan komitmen semua elemen bergotong-royong, tranparansi total yang berkaitan dalam peningkatan mutu pendidikan Rohil adalah "TUNTAS PERTAMA" dengan rentang nilai 70–79.pungkas,Azrul Arpan. (Zal).




Tulis Komentar