Hukrim

KPK Terus Dalami Kasus OTT Gubri Terkait Anggaran Dinas PUPR Riau

Pekanbaru,Wawasanriau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi anggaran proyek di Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau yang telah menjerat eks Gubernur Riau Abdul Wahid.

Pada Rabu (11/2/2026), KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap 16 saksi, termasuk Penjabat (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto dan Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto.

“Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan korupsi terkait anggaran proyek di Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya.

Budi belum merinci materi pemeriksaan terhadap para saksi.

Berikut nama-nama saksi yang dijadwalkan diperiksa KPK, yaitu ADC gubernur Riau (Februari 2025-sekarang) Marjani, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Riau Purnama Irwansyah, pihak swasta Hatta Said, pihak swasta Tata Maulana (tenaga ahli gubernur Riau), Pj Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala UPT Wilayah I Riau Khairil Anwar, serta Sekda Riau Syahrial Abdi.

Selain itu, ASN Pemprov Riau Thomas Larfo, pihak swasta Fauzan Kurniawan, Sekdis PUPR Riau Ferry Yunanda, eks Kepala UPT Wilayah II PUPR Riau Ardi Irfandi, Kepala UPT Wilayah III PUPR PKPP Riau Eri Ikhsan, Kepala UPT Wilayah IV PUPR PKPP Riau Ludfi Hardi, Kepala UPT Wilayah V PUPR PKPP Riau Basharuddin, dan Kepala UPT Wilayah VI PUPR PKPP Riau Rio Andriadi Putra.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka dari 10 pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT), yakni Gubernur Riau saat itu Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR PKPP Riau M Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam.

Kasus korupsi ini berkaitan dengan dugaan pemerasan melalui modus “jatah preman” terkait penambahan anggaran Dinas PUPR Provinsi Riau Tahun 2025 untuk proyek pembangunan jalan dan jembatan. **


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar