MENU TUTUP
Terget Kesemua Masyarakat Setempat

Puskesmas Panipahan Bagikan Obat Kaki Gajah Geratis

Kamis, 08 Oktober 2015 | 17:10:21 WIB
Puskesmas Panipahan Bagikan Obat Kaki Gajah Geratis dr Netty memberikan obat POMP pada sejumlah siswa di Panipahan

PANIPAHAN, Wawasanriau.com - Tim kesehatan Panipahan, Kecamatan Pasir limau Kapas (Palika) menyatakan siap mengemban tugas dan amanah terkait pelaksnaan sosialsisai penyisiran pemberian obat Filariasis atau dikenal dengan penyakit kaki gajah. Demikian hal itu disebutkan Kepala Puskesmas Panipahan, dr Netty Juliana pada wawasanriau.com, Kamis (8/10/15).

"Sebenarnya kita sudah dilaksanakan kegiatan itu, ya sejak tanggal 1 oktober kemaren, target kita sampai dengan merata kesemua daerah sasaran penduduk peisisir yang kerap tertinggal."kata Netty.

Sebut Netty lagi, kegiatan sudah dimulai dengan pemberian kepada siswa sekolah dan disetiap sekolah yang ada di Panipahan. Kegiatan pemberian obat POMP filariasis tidak saja dilakukan oleh kader diposyandu, puskesmas panipahan juga melakukan pemberian obat filariasis ke kantor instansi, kesekolah dan sasarannya murid serta dewan guru.

Sedangkan sasaran penduduk Kecamatan Palika dari total jumlah penduduk 38.684 Jiwa, sedangkan yang minum obat 35.769 Jiwa, itu dilakukan dan diketahui pada tahap III lalu. dengan target minimal mencapai 80 persen, karena tahun depan itu terakhir pemberian obat tersebut.

Dari total tersebut ada juga dilakukan penundaan pemberian obat kepada anak usia dibawah 2 tahun, Ibu Hamil (bumil), penderita gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati, orang yang sedang sakit berat, penderita filariasis serangan akut, balita marasmus, kwashiorkor, penduduk usia lanjut diatas 75 tahun, penderita epilepsi.

"Karena kita kecamatan yang paling banyak penderita filariasis dari hasil pelacakan untuk itu dibutuhkan keseriusan dari semua pihak agar bisa bekerja sama dalam pelaksanaan POMP filariasis tahap 4 ini,"kata Netty.

Selain memberi obat pihak puskesmas juga menjelaskan singkat bagaimana penularan penyakit filariasis dan akibat jika tidak minum obat, serta bagaimana gambaran situasi kasus filariasis di kkcamatan palika.

"Kendala kita dalam membagikan obat adalah banyak yang kurang memahami betapa bahayanya penyakit Filariasis yang bisa menyebabkan cacat menetap jika kaki sudah membesar."ujar Netty.

Selain itu saat pembagian obat oleh kader sasaran sedang tidak berada dirumah. Untuk itu kita sangat berharap pada para kader dalam memberikan obat merata pada semua warga agar capaian bisa meningkat dari tahun lalu.

"Disisir kembali sehingga semua sasaran sudha diberikan obat,"katanya.

Sementara itu pemberina obat dibeberapa sekolah disamabut antusias oleh anak-anak dan dengan senang hatio untuk meminum obat gratis ini setelah diberikan pemahaman oleh pihak Puskesmas.(mi/adv/pemkab)

Berita Terkait

Menjelang HUT Bhayangkari Ke-73, Polsek Kubu Bersama Warga Bersihkan Mesjid

Rakor Gubri di Rohil, Pengulu dan Lurah Bubar Saat Acara Masih Berlangsung

Manager SPBU Bagansiapiapi Benahi Aspek Karyawan dan Konsumen

Bupati Catur Wacanakan Hadir Dalam Pelantikan JMSI Kampar

Wujud Kepedulian, IDI Rohil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Palika

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

7

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

8

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

9

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini

10

Sidang Isbad, Muhammadiah Tetapkan 18 Februari 2026 Lebih Awal Dari Pemerintah