MENU TUTUP

Sekretaris Wakil Menteri Malaysia Terlibat Video Syur Dipecat

Sabtu, 22 Juni 2019 | 13:43:46 WIB
Sekretaris Wakil Menteri Malaysia Terlibat Video Syur Dipecat poto ilustrasi

Jakarta, wawasanriau -- Sekretaris Wakil Menteri Koordinator Perekonomian Malaysia Malaysia, Haziq Abdullah Aziz, dipecat setelah mengaku terlibat dalam video asusila. Dia sempat menyatakan di dalam video itu satu ranjang dengan sang menteri, Datuk Seri Mohamad Azmin Ali.

Kementerian menganggap pengakuan "kotor" Haziq menyebabkan dampak serius terhadap Azmin.

"Kementerian memandang ini sebagai pelanggaran yang sangat serius terhadap nilai-nilai, etika, dan kode etik pejabat publik," bunyi pernyataan Kementerian Koordinator Keuangan Malaysia, Jumat (21/6).

"Dengan ini, Kementerian sepenuhnya melepaskan Haziq Abdullah."

Kemenko Perekonomian menegaskan "tidak mentolerir perilaku memalukan semacam itu di antara para stafnya."

Lembaga itu menuturkan pihaknya akan mengakhiri kontrak Haziq secara efektif sejak 18 Juni lalu.

Haziq menjadi sorotan publik setelah sebuah video seks yang diduga mirip Azmin beredar di media sosial pada awal pekan lalu. Haziq disebut-sebut sebagai pria yang ada dalam serangkaian video tersebut bersama orang yang diduga mirip Azmin.

Klip video itu menunjukkan adegan dua pria tengah berada di tempat tidur kamar hotel ternama di Kota Sandakan, Sabah, yang diklaim diambil pada 11 Mei lalu. 

Melalui akun Facebooknya pada Rabu pekan lalu, Haziq secara mengejutkan mengaku bahwa dua pria dalam video itu adalah dirinya dan Azmin.

Sementara itu, Azmin membantah bahwa ia yang ada dalam video tersebut. Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menganggap video-video tersebut merupakan agenda politik yang bertujuan merusak nama baik dan memojokkan dirinya.

Untuk pertama kalinya, Azmin juga secara terbuka menuduh musuh di dalam partainya sendiri yang bertanggung jawab atas peredaran video-video tersebut.

Meski didesak untuk mundur, Azmin menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya sebagai menteri.

Dilansir Asia One, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad juga mengatakan Azmin tak perlu cuti dari tugasnya meski tengah menjadi subjek penyelidikan kepolisian.

"Kenapa (Azmin harus mundur atau cuti)? Mereka (polisi) dapat tetap melanjutkan penyelidikan. Dia (Azmin) tidak akan menghalangi penyelidikan," kata Mahathir.

Mahathir mengakui bahwa koalisi partainya, Pakatan Harapan, pernah mendesak sejumlah menteri oposisi, Barisan Nasional, untuk mengambil cuti atau mundur ketika menjadi subjek penyelidikan.

Mahathir menuturkan hal itu hanya berlaku untuk sejumlah kasus atau kejahatan tertentu.

"Sedangkan ini adalah masalah politik. Bahkan, kasus ini dimaksudkan untuk mempermalukannya (Azmin) dan memintanya pergi," kata Mahathir.

"Saya tidak suka jenis (permainan) politik ini," paparnya menambahkan.

Sumber : CNN Indonesia 

Berita Terkait

Sejak Awal 2019, KKP Telah Tangkap 35 Kapal Ikan Asing

Polisi Tangkap Ketua KNPB Mimika, Diduga Terkait Benny Wenda

Diperiksa KPK, Politikus PDIP Bantah Kecipratan Duit e-KTP

Presiden Prabowo tanggapi kritikan program MBG terkait adanya kasus siswa keracunan

Rakornas 2026, Mendagri: Sinergi Pusat dan Daerah Optimalkan Program Prioritas Presiden

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat