MENU TUTUP

TRANSMIGRASI MASIH SANGAT DIPERLUKAN DI ERA MILENIA

Selasa, 19 Februari 2019 | 17:51:01 WIB
TRANSMIGRASI MASIH SANGAT DIPERLUKAN DI ERA MILENIA

WAWASANRIAU.COM - Dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) ke 15 tahun 2019, telah dilaksanakan diskusi bertema Konsep Transmigrasi Masa Depan. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Persatuan Wredatama Transmigrasi (PWT), dalam diskusi Selosonan.

Diskusi diadakan pada Selasa, 19/2/2019 di Kalibata, Jakarta. Dibuka oleh Ketua PWT Djoko Sidik Pramono. Tampak hadir dalam acara tersebut, Penasehat PWT Sudirja, Sekjen DPP PATRI Hasprabu, Staf Ahli Menteri Desa Conrad Hendrarto, dan para pensiunan pejabat Kementerian Transmigrasi.

Sebelum pemaparan konsep  Transmigrasi Masa Depan oleh  Kusubandio, dilaksanakan potong tumpeng harlah PATRI. Menurut  mantan Kepala Biro Perencanaan Departemen Transmigrasi tersebut, bahwa Transmigrasi masih sangat diperlukan Indonesia. Karena melalui Transmigrasi dapat menguatkan ikatan persaudaraan, menjaga kedaulatan, serta membentuk kebudayaan dan peradaban Indonesia yang lebih baik.

Hasprabu, Sekjen DPP PATRI yang diminta pendapatnya menyatakan, bahwa saat ini masih banyak masyarakat dan pejabat yang gagal paham Transmigrasi. Transmigrasi masih dianggap sebagai proyek pemindahan penduduk. 

"Seperti dijelaskan Bung Karno 28/12/1964, Transmigrasi adalah soal Mati-Hidup Bangsa Indonesia. Transmigrasi adalah Gerakan Nasional Perekat Bangsa. Jadi, pemindahan penduduk hanya salah satu bentuk upaya merekatkan dan mempersatukan potensi bangsa di negeri kepulauan."

"Bagaimana mungkin menguatkan kedaulatan setelah kemerdekaan Indonesia, negeri yang beraneka-ragam suku, budaya, dan agama ini jika tanpa mempersatukan antar anak bangsanya", imbuhnya.

Untuk mendukung paradigma transmigrasi masa depan, peserta sepakat mengusulkan kepada Presiden, adanya Peringatan Hari Transmigrasi Nasional. Dengan adanya Hari Transmigrasi Nasional, maka masyarakat Indonesia semakin menyadari, bahwa Gerakan Nasional Trasmigrasi bukan milik kementerian atau suku, agama, dan budaya tertentu. Tapi milik publik yang cinta kukuhnya persatuan Indonesia.

Diskusi antara PWT dan PATRI tersebut akan dilanjutkan pada pekan depan. 

Jakarta, 19/02/2019
Dikirim Pramono

Berita Terkait

Ini Kata Sekda Asahan Pada Acara HUT IBI ke-68

Ketua MPR soal Amendemen UUD 1945: Hanya soal GBHN, Nggak Boleh yang Lain

Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Baiq Nuril akan Ajukan Amnesti ke Jokowi, Moeldoko: Ada Prosesnya

Pengacara Minta Kasus Soenarko Disetop, Polri: Tak Ada Arah ke Sana

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat