MENU TUTUP

TP PKK Pusat Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen

Selasa, 10 Februari 2026 | 13:34:43 WIB
TP PKK Pusat Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen

Bireuen,WawasanRiau.com – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program kerja TP PKK untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut diberikan sebagai tanda bahwa TP PKK memperhatikan masyarakat terdampak bencana. Meskipun demikian, Tri menyadari bantuan yang dibawa tidak begitu banyak.

“Mudah-mudahan bisa meringankan Bapak-Ibu semua yang saya tahu bebannya cukup berat, karena ini musibah yang bukan main-main," ujar Tri Tito di Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh, Senin (9/2/2026).

Tri bersyukur kondisi di daerah terdampak berangsur-angsur pulih seiring upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait. Dengan upaya tersebut, akses jalan yang sempat rusak kini sudah dapat dilewati termasuk jembatan yang sempat terputus. Rumah-rumah yang awalnya dipenuhi lumpur sisa banjir juga kini mulai bersih.

“Anak-anak sudah mulai bisa belajar kembali. Kita menata kembali kehidupan kita agar bisa normal seperti semula,” ujarnya.

Ia menyadari banyak fasilitas publik yang hilang akibat dilanda bencana. Namun, ia meyakini bahwa pemerintah akan terus melanjutkan berbagai program pemulihan pascabencana. “Mudah-mudahan pembangunan akan terus memperbaiki semua fasilitas dan Bapak-Ibu bisa kembali [menjalankan aktivitas secara] normal," ujar Tri.

Selain dari pemerintah, ia juga berharap adanya dukungan dari pihak terkait lainnya untuk membantu memulihkan daerah terdampak. Terlebih, upaya pemulihan tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dengan demikian, berbagai fasilitas dapat segera dipulihkan sehingga masyarakat bisa kembali menikmatinya.

Di sisi lain, Tri mengingatkan masyarakat, termasuk anak-anak terdampak, agar menjaga kesehatan. Hal ini mengingat debu dan kondisi lingkungan yang kering berpotensi memicu penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga tuberkulosis.

“Jangan sampai Bapak-Bapak, Ibu-Ibu menyepelekan kesehatan karena bisa berakibat tidak baik kepada semua masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi, TP PKK Pusat menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak yang berjumlah sekitar 200 KK. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan ibadah sebanyak 200 paket, paket sekolah 100 paket, kompor 1 tungku sebanyak 200 buah, minyak goreng 70 dus, ember dan gayung 200 buah, sabun mandi 15 dus, detergen 30 dus, kasur 100 buah, paket snack 70 paket, serta masker sebanyak 600 pcs.

Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Aceh Marlina Muzakir, Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen Sadriah Mukhlis, serta pihak terkait lainnya.**

Rilis : Puspen Kemendagri.

Berita Terkait

Ini Lho 4 Unicorn di RI Milik Asing rasa Lokal

Kabar Duka, Musisi Glenn Fredly Meninggal Dunia

PWI Ajak Dewan Pers dan Konstituen Rayakan HPN 2025 di Riau

Korea Utara Siapkan Bom Hidrogen, Apa Dampaknya Bagi Kesehatan?

Pertemuan KPK-PDIP Disesalkan

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

7

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

8

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

9

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini

10

Sidang Isbad, Muhammadiah Tetapkan 18 Februari 2026 Lebih Awal Dari Pemerintah