MENU TUTUP

Nasib Halima Setahun Mengabdi Tanpa Gaji, Diusir Dari Ruang Guru Dibuang Keperpustakaan

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57:39 WIB
Nasib Halima Setahun Mengabdi Tanpa Gaji, Diusir Dari Ruang Guru Dibuang Keperpustakaan

SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI PENDIDIKAN

Hal: Mohon Keadilan bagi Ibu Halimah, Guru di Tapal Batas Negara (Sebatik, Nunukan)
Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia

Yth. Bapak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,
Dengan hormat,

Melalui surat ini, kami ingin menyampaikan jeritan hati dan potret buram perjuangan seorang guru di beranda utara NKRI. 

Beliau adalah Ibu Halimah, seorang guru agama di SDN 001 Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Ibu Halimah bukan sekadar pendidik; beliau adalah pejuang literasi di wilayah perbatasan. Namun, setahun terakhir, pengabdiannya dibalas dengan luka batin yang teramat dalam. 

Ibu Halimah diduga menjadi korban ketidakadilan sistematis di lingkungan kerjanya sendiri:

Pengucilan yang Tidak Manusiawi: Beliau diduga dilarang memasuki ruang guru, tidak dilibatkan dalam komunikasi internal, hingga harus beristirahat di perpustakaan sekolah.

Penahanan Hak Administrasi:

Selama satu tahun, tunjangan sertifikasi yang menjadi haknya tidak kunjung cair karena berkas administrasinya diduga sengaja tidak disahkan oleh pimpinan sekolah.

Tekanan Psikis & Fisik: 

Perlakuan ini telah meruntuhkan kesehatan beliau hingga harus dirujuk untuk perawatan medis yang serius.

Bapak Presiden dan Bapak Menteri yang kami hormati,

Guru adalah pilar utama bangsa. Jika di garis depan pertahanan bangsa (perbatasan) seorang guru justru mengalami "penindasan" oleh sistem birokrasi dan rekan sejawatnya sendiri, lantas bagaimana masa depan pendidikan anak-anak kita di sana?

Kami memohon dengan sangat agar:

Segera dilakukan investigasi independen terhadap kepemimpinan di SDN 001 Sebatik Tengah.

Memulihkan hak-hak ekonomi Ibu Halimah yang tertunda tanpa alasan yang sah secara hukum.

Memberikan perlindungan hukum dan psikologis bagi Ibu Halimah agar beliau dapat kembali mengajar dengan martabat yang utuh.

Jangan biarkan pelita pendidikan di perbatasan padam karena ketidakadilan. Ibu Halimah hanya ingin mengajar, hanya ingin mengabdi, dan hanya ingin dimanusiakan.

Besar harapan kami agar suara dari pelosok Sebatik ini sampai ke meja Bapak, demi tegaknya keadilan bagi seluruh guru di Indonesia.

Hormat kami,
Rakyat Indonesia Yang Peduli Akan Pendidikan.

 

Berita Terkait

SMA N1 Bagkinang Mendoakan 12 Siswanya Yang Bakal Bertanding di KSN-P Riau

Wabup Rohil Minta Suara Kaset Burung Walet Dihentikan Saat Proses Belajar

Asisten III Pemkab Rohil Hadiri Perpisahan Ponpes As-Sunnah Bagansiapiapi

Belum Ada Kejelasan,Tahun 2017 Gaji Guru Honorer SMU Sederajat Terancam

Bupati Rohil Buka Rakerda Gerakan Pramuka

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Ekstasi Seberat 5,8 KG, Enam Tersangka Diamankan

2

Kapolda Riau Beri Penghargaan kepada Polres Rohil Atas Pengungkapan 80 Kg Sabu

3

Kajari Rohil Firdaus Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Coffee Morning

4

Awali Hari Kerja 2026: Bupati H. Bistamam Tekankan Disiplin dan Percepatan Program

5

Dr. Muhammad Maliki Buka Peluang Kerja bagi 10 Putra-Putri Rokan Hilir

6

Sekda Rohil Pimpin Rapat Finalisasi Dokumen RT RW :Percepat Pengesahan

7

Kalapas Bangkinang Apresiasi Dedikasi Petugas Selama 3 Hari Pelayanan Prima

8

Kunjungan Lebaran Di Lapas Bangkinang Warnai Kehangatan

9

Kapolres Rohil Tinjau Pos Pengamanan Ops Ketupat Lancang Kuning 2026

10

Oknum Wartawan Kena OTT Polisi Diduga Peras Pengacara 3 Juta Untuk Lebaran