Lancang Kuning

Camat Lubuk Dalam Kabupaten Siak Belajar Cocok Tanam Keladi Ungu di Desa Darussalam Sinaboi

SINABOI – wawasanriau.com – Camat Lubuk Dalam Kabupaten Siak, Andi Putra ,SSTP,Msi mengunjungi Kecamatan Sinaboi. Dia disambut camat Sinaboi T.M Hashym,S.Sos sekira pukul 13.00 wib, Selasa (12/05/2020). Camat di wilayah Kabupaten Siak ini ingin mempelajari cara bercocok tanam keladi ungu yang berada di Desa Darussalam, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

 

Setiba di Darussalam rombongan di sambut Datuk penghulu Darussalam Rahmad Abdah, Shi. Meskinpun dalam guyuran hujan dan jalan berlumpur mereka tetap menuju lokasi tempat proses penanaman keladi ungu yang sudah terkenal di mana mana,”jelas camat Sinaboi TM Hashym.

 

Sementara itu, camat Lubuk Dalam Kabupaten Siak menjelaskan kunjungan ini atas dasar keingin tahuan pihak camat Lubuk Dalam akan keberhasilan keladi ungu di Kepenghuluan Darussalam, Kabupaten Rohil.

 

“Didasari oleh adanya lahan yang berada di lubuk dalam terhampar lahan gambut lebih kurang 4000 Ha. Maka atas kondisi di daerah tersebut maka ingin belajar apakah cocok juga jika lahan tersebut di tanami keladi ungu,”kata Andi.

 

Hasil belajar secara singkat itu, didapat info bahwa dalam 1 ha lahan diperlukan bibit sebanyak 20 hingga 25 ribu bibit keladi ungu dengan masa panen lebih kurang 7 bulan. Sedangkan hasil panen lebih kurang 20 ton per hektarnya dengan harga pasaran saat ini Rp. 6000/ kg.

 

Sementara itu, Datuk Penghulu Darussalam Rahmad Abdah,Shi menjelaskan setelah dirasa cukup memahami bercocok tanam keladi ungu serta melihat kultur tanahnya, maka rombongan camat lubuk dalam berpamitan pulang.

 

“Sebenarnya keberangkatan camat Andi itu ada juga arahan dari Gubri Syamsuar untuk belajar ke kampung Darussalam Sinaboi tentang cara menanam keladi ungu yang sudah tersohor kemana mana keladi ungu Rohil,”ujar Datuk Penghulu Darussalam.

 

Datuk penghulu Darussalam di kesempatan yang sama berharap kepada Pemda Rohil untuk memperhatikan akses jalan yang kurang memadai. Karena dengan kondisi jalan saat ini membuat banyaknya kos pengeluaran oleh petani yang mengakibatkan pendapatan petani turun drastic,”jelasnya memungkasi. (gun)


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar