Kabupaten Asahan

H.Suyatno Bakal Sandang Gelar Kanjeng Raden Tumenggung

Bupati Rokan Hilir H.Suyatno memainkan wayang

BAGANSIAPIAPI, wawasanriau.com - Bupati Kabupaten Rokan Hilir H.Suyatno bakal mendapat gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Karaton Surakarta Hadiningrat Solo. Begitu juga Isterinya Bupati Rokan Hilir (Rohil) Hj Wan Mardiana juga mendapat gelar kehormatan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT). Penyerahan pemberian gelar kehormatan tersebut dilaksanakan di Area dalam Karaton Solo Pendopo kediaman Raja Pakoe Boewono XIII, Kamis (19/03/2020) dan Jumat (20/03/2020) mendatang. Penyerahan gelar tersebut langsung diberikan oleh Raja Karaton Solo Sinuwun Pakoe Boewono XIII. 

Kepada journalis wawasanriau.com panitia karaton Surakarta Hadiningrat Jakarta KRAT Herman K.Prasetyo Hadiningrat,MBA melalui sambungan perpesanan whatsapps menjelaskan Gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) merupakan gelar budaya tokoh pria sedangkan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) merupakan gelar budaya tokoh wanita yang diberikan dalam rangka memperingati hari besar Raja Karaton Jumenengan ISKS Paku Boewono XIII, 25 Rajab JE 1441 atau 19 Maret -20 Maret 2020, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat dalam rangka acara sakral tersebut, karaton Solo sekaligus memberikan gelar kehormatan kepada sejumlah abdi dalem dan sejumlah tokoh –tokoh masyarakat di luar lingkungan Karaton Solo juga kepada tokoh-tokoh berbagai negara Asean dan Eropa yang berkelanjutan dan seterusnya tercatat sebagai kerabat Karaton Solo.

“Penerima KRT maupun KMT diharapkan sudah hadir di Solo pada tanggal 18 Maret 2020 karena acara pada Kamis 19 Maret 2020 jam 19.00 wib hingga selesai dengan acara wisuda prosesi pelantikan gelar di Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat Solo. Kemudian Jumat 20 Maret 2020 jam 08.00 wib hingga selesai acara jumenengan dan silaturahim dengan raja-raja karaton Solo dan raja-raja Nusantara juga Asia Eropa yang dilaksanakan di Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, Solo,”jelasnya KRAT Herman K.Prasetyo Hadiningrat,MBA, Rabu (04/03/2020) kepada journalis wawasanriau.com, Rabu (04/03/2020).

Dijelaskannya, para kandidat penerima gelar KRT menggunakan busana Jawa berupa baju,kain, blangkon, sandal dan keris. Kemudian kandidat penerima gelar KMT menggunakan busana kebaya adat jawa.

“Bagi setiap tokoh penerima gelar kehormatan baik gelar KRT atau KMT akan menerima 2(dua) certifikat resmi sudah tercantum sekaligus tersambung gelar dan nama,”tutur KRAT Herman KP Hadiningrat,MBA.  

Para tokoh terpilih dikelompokkan dalam beberapa kategori diantaranya kelompok birokrat dan pemerintah yang dibagi dua kategori yakni kategori kepala daerah dan kategori eksekutif non kepala daerah. Kemudian kategori profesi, kategori akademisi dan kategori kelompok tokoh masyarakat.

"Gelar kehormatan diberikan  kepada kepala daerah berdasarkan hasil seleksi," kata Herman Prasetyo Hadiningrat.

Metode penilaian dan tahap penyeleksian berdasarkan 1. masukan dan saran dari berbagai kalangan yang dinilai kredibel dan kompeten, 2. berdasarkan catatan prestasi yang pernah diukir dan dicapai oleh para calon penerima penghargaan, 3. seluruh nama dan data yang terjaring diamati, diteliti dan dianalisa berdasarkan asas dialektika untuk selanjutnya dipresentasikan dalam bentuk panel diskusi. Kemudian para calon ditetapkan berdasarkan rangkaian ketiga metode tersebut diatas untuk selanjutnya dibawa kesidang dewan redaksi untuk penetapan calon dan selanjutnya segera diserahkan kepanitia keraton Surakarta Hadiningrat Solo untuk diproses guna pelantikan wisuda.

" Nanti ada beberapa orang kepala daerah diberi gelar kehormatan seperti Walikota Palembang, Bupati Pamekasan Jatim, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Sampang Jatim,Walikota Pematang Siantar dan ada lagi bupati lainnya, saat ini lagi di kordinasikan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rohil H.Suyatno mengaku dirinya sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan dan diberi gelar kehormatan dari Karaton Surakarta.

"Jujur saya tidak menduga mendapatkan penghargaan dari Karaton Surakarta ini. gelar yang nanti diberikan kepada saya merupakan amanah dan tanggung-jawab moral  yang harus dijaga," tuturnya.

Kata Suyatno, Gelar adat tersebut diberikan kepada dirinya sebagai kepala daerah yang peduli dengan kebudayaan di daerah yang diangkat melalui kegiatan-kegiatan seperti bakar tongkang yang sudah ditetapkan sebagai even wisata berskala nasional.

“Termasuk kegiatan ratib ambai di Kubu yang masih dilestarikan setelah lebaran,”tandasnya. (gun)


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar