Sosbud

Dadakan, Bupati Rohil H Suyatno Tiba Tiba Singgahi Rumah Warga

Sartika Kartika Dewi berdiri didepan rumahnya

RAJABEJAMU, wawasanriau.com - Seorang ibu berjilbab biru berdiri di depan pintu rumahnya di dekat lokasi wisata relegi Telok Gong kepenghuluan Radja bejamu, Sabtu (22/02/2020). Dia mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna merah dengan celana panjang berwarna biru. Didalam rumah tampak seorang anak kecil balita duduk diam mengintip dari jendela rumah kecil ukuran sekira empat meter x tiga meter itu. Rumah kecil tersebut di belahan dinding kiri berlapis terpal warna biru dan sebagian ditempeli papan triplek. Tampak serpihan antena para bola menyandar didinding tersebut. sedangkan belahan kanan berlapis triplek bekas dan terpal. Belahan muka ada  pintu dari potongan papan bekas. Perempuan berjilbab itu berdiri besandar dipintu rumahnya. 

"Sartika Kartika Dewi,"ujarnya menyebutkan namanya.

Dibawah jendela persis didepan bocah mengintip itu, tampak ada tiga kursi plastik berwarna biru usang. Teras terbuat hanya dari bentangan terpal warna biru disanggahi dengan dua kayu. Terpal itu jika malam menjadi penutup jendela rumahnya. Bangunan Rumah kecil ini dipinggir jalan menuju tempat wisata relegi teluk gong. Rumah warna biru terpal ini persis dipinggir jalan dengan luas lahan tanah yang luas.

"Suami saya asli orang sini namun saya tidak,"tuturnya menjelaskan.

Perempuan itu melihat pengunjung yang melewati jalan didepan rumahnya. Sekali kali dia melihat jualannya yang diletakkan pada meja depan kursi plastik tersebut. Namun dia tetap bersandar di pintu rumah yang atap rumahnya sekitar empat puluh centimeter dari kepalanya.

"Sudah dua tahun tinggal disini. Jika siang sangat panas dan jika malam dingin sekali,"jelasnya kemudian.

Sementara itu, tampak masyarakat berbondong bondong beriringan melewati jalan tanah didepan rumahnya. Tiba tiba bupati Rokan Hilir (Rohil) yang telah digiring berjalan menuju lokasi wisata relegi itu singgah menemui perempuan berjilbab itu.

Menggunakan pakaian Melayu warna merah, orang nomor satu di pemerintahan Rohil ini berbincang dengan perempuan yang masih tetap berdiri bersandar di pintu itu.

Sekali kali bupati Rokan Hilir ini melihat kue dagangan Sartika yang berada di atas meja itu. Kemudian Suyatno mengeluarkan sejumlah lembaran uang berwarna merah dari saku celananya. Ia kemudian memberikan tumpukan lembaran rupiah itu ke Sartika.

"Ini dijual? Saya borong kue ini,"tutur Suyatno sambil menyerahkan tumpukan uang lembaran berwarna merah ditangannya kepada Sartika.

Kemudian orang nomor satu di Rohil ini memanggil penghulu Radja Bejamu Musfar dan camat Sinaboi TM Hashym yang seketika telah berada didepannya.

"Saya ngak mau tahu. Keluarga ini harus mendapatkan rumah layak huni,"jelas Suyatno kepada penghulu Radja Bejamu.

Suyatno menjelaskan bahwa kondisi rumah yang di hampirinya ini sudah layak mendapatkan bantuan rumah layak huni. Keluarga ini harus di prioritaskan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

"Meskinpun keluarga ini bukan asal Rokan Hilir, namun dia telah tinggal di Rokan Hilir jadi nanti minta fotocopi surat tanahnya dan surat surat lain yang dibutuhkan kemudian segera urus agar keluarga ini mendapat rumah layak huni,"tutur Suyatno lagi.

Bupati Rokan Hilir ini kemudian mengintruksikan kepada camat Sinaboi agar senantiasa mengawasi keluarga yang disinggahinya ini sampai mendapat bantuan rumah layak huni. Kemudian orang nomor satu di Rohil ini minta camat Sinaboi agar melaporkan perkembangannya.

"Camat harap awasi penghulu agar keluarga ini mendapatkan rumah layak huni,"tandasnya Suyatno. (gun)


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar