Sosbud

Empat Wilayah di Rohil Disinyalir Terdapat Aliran Terlarang

Kajari Rohil Gaos Wicaksono didampingi Dandim 0321/Rohil Letkol Arh Agung Rakhman wahyudi saat menggelar rapat Tim Pakem

Rohil, wawasanriau -- Rapat koordinasi tim pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan (Tim Pakem) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali dilaksanakan. Rapat tim pakem tersebut langsung di pimpin Kajari Rohil Gaos Wicaksono, Rabu (9/10/2019).

Kajari Rohil  Gaos Wicaksono dalam penyampaian nya mengatakan, pelaksanaan rapat tim pekem sesuai dengan dasar UU no 16 tahun 2004.

Dimana sebutnya, dalam pasal 30 ayat (3) huruf d dan e dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatanpengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama. 

Dandim 0321/Rohil Letkol Arh Agung Rakhman Wahyudi menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan aliran maupun pemahaman sesat ini harus menggunakan deteksi dini dengan laporan cepat dan tindakan cepat.

"Sebab jika dibiarkan akan menjadi konflik sosial seperti beberapa kasus ahmadiyah di berbagai wilayah, "katanya. 

Di negara kita lanjutnya, agama yang duakui UU sudah jelas, aliran sesat ini katanya, juga harus di cegah sejak dini dari sekolah-sekolah. sebab lebih mudah terpapar dengan doktrin-doktrin baik tingkat SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi. 

Guna melakukan pencegahan tambahnya, tim Pekem harus melakukan aktion dengan membentuk tim untuk dapat secara langsung turun kelapangan melakukan pendekatan dan koordinasi. 

Kasi Intel Kejari Rohil Farkhan Junaedi menambahkan, di Kabupaten Rohil saat ini ada empat wilayah yang terdapat aliran terlarang. Adapun aliran terlarang tersebut adalah Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) serta salafi. 

Ke empat wilayah tersebut yakni Tanjung Medan, Rantau Kopar, Bagansinembah serta Simpang Kanan. 

Adapun ajaran yang disinyalir menyimpang dari hasil pantauan yang dilakukan sebutnya, seperti tidak mengakui pemerintahan, tidak memasang dan tidak boleh menghormati bendera bahkan ibadah haji nya bukan ke mekkah. 

"Jumlah pengikut dari aliran-aliran ini secara keseluruhan masih ratusan, "kata Farkhan Junaedi. 

Dalam mengatasi permasalahan ini sebut Farkhan, kedepan Tim Pakem akan melakukan pendekatan secara langsung kewilayah-wilayah yang terpapar dengan membentuk tim. 

Sementara Ketua NU Rohil Sakolan Khalil menyebutkan, bahwa dirinya secara langsung telah beberapa kali turun kelapangan dan secara langsung melakukan pemantauan.

"Untuk pusat ahmadiyah di rohil bertempat di tanjung medan dan ntuk  rohil sendiri saat ini sudah ada empat titik,"sebutnya. 

Secara diam-diam katanya lagi, aliran seperti ahmadiyah masih membangun rumah ibadah seperti di simpang kanan yang tidak jauh dari masjid masyarakat dan melaksanakn ibadah sesuai dengan ajaran ahmadiyah.

"Didalam masjid mereka itu juga ada tv dan mereka setiap malam dapat belajar melalui siarang langsung,"jelasnya. 

Kasat Intelkam Polres Rohil juga dalam pemaparan nya meyebutkan, terkait permasalahan penyimpangan aliran, polres juga sudah melakukan koordinasi secara khusus seperti di di tanjung medan. Pihaknya mendapat laporan bahwa ahmadiyah akan membangun masjid namun mendapat penolakan dari masyarakat. 

"Sebelumnya jamaah ahmadiyah yang di tanjung medan sudah pindah ke rohul untuk menghindari konflik,"pungkasnya.

Penulis : sagala


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar