Bantuan APBN 2015

Diduga Penyimpangan Juknis, Petani Kedelai Pedamran Dapat Bibit Tidak Unggul

BAGANSIAPIAPI,Wawasanriau.com - Masyarakat Petani kedelai di Desa pedamaran, Kecamtan Pekaitan, Rokan Hilir (Rohil) sempat menghebohkan kedapatan bibit campuran dari beberapa Varitas (oplosan,red). Pedahanl, bibit tersebut berasal dari bantuan APBN yang diselenggarakan melalui Kelompok Tani.

Petani mengaku bibit yang didapat dari bantuan, tidak bisa disebut sebagai bibit unggul yang bersertifkat (lebel bru). pedahal gapoktan sebagai penyedia telah melakukan upaya agar bibit tersebut bersertifikat sesuai dengan halnya dilapangan bahwa bibit yang dibagikan ke petani memiliki sertifikat biru. Tapi setelah kntong lebel dibuka benih yang ditemui tidak sesuai alias opolosan.

Hal ini dikuatkan dengan pengakuan salah satu petani inisial SU, dirinya mengaku heran mengapa karungnya lebel biru tapi isinya campuran. hal ini kuat diduga bahwa ada permainan dari penyedia bibit dan gapoktan sehingga bibit tersebut oplosan.

"Pertama kami dikasi dengan bibit grobokan, jadi kami tolak, setelah itu datang lagi dengan pakai karung ukuran 20Kg karungnya, memang ada lebel biru, cuma isinya campur,"kata Su pada wartawan, Selasa (22/9/15).
 
Jenis campuran yang dimaksud adalah, Jenis Varitas anjasmoro tetap memang ada tapi ada juga jenis grobokan, wilis dan agromulyo. Dengan kondisi keterpaksaan mereka mengaku harus menerima bibit tersebut.

"Kami terpaksa menerima bibit karena lahan kami sudah siap tanam, apa bila kami menolak ini kami harus menunggu lama dan mengeluarkan biaya lagi untuk penyemprotan lahan."kata SU dengan lantang.

Kepala Dinas Peraniatan dan Perternakan (Distanak) Rohil, Muslim ketika dikonfrmasi terkait hal tersebut mengaku tidak mengerti. Degan dalih sudah memberikan kewenangan kepada Gapoktan dan didampingi dengan pihak Koramil Bangko.

"Oo kita tidak tau soal itu, kan kemaren sudah pakai lebel, dan penyedia bukan kami tapi gapoktan, apalagi kemaren juga semua kegiatan mereka didampingi degan pengawas dari koramil bangko,"kata Muslim.

Sesuai petuntuk teknis dari kementerian pertanian RI, bahwa pelaksana teknis itu melalui dinas kabuoaten, hal ini sangat bertentangan dengan apa yang sampaikan Kepala Dinas tersebut.

Juknis juga menyebutkan pengadan bibit tersebut harus berjenis unggul (anjasmoro,red). Informasi yang dirangkum, bahwa pada dasarnya program penanaman kacang kedelai itu adalah berasal dari pada program yang dikucurkan oleh kementerian pertanian RI dalam rangka ketahanan pangan nasional. sehingga Rohil sendiri mencanangkan 1500 Hektare areal perkembangan tanaman palawija (kedelai).

Demikian program tersebut dapat dilaksanakan di beberapa titik tertentu seperti Kecamatan Pekaitan, Sinaboi, Bangko Pusako dengan rincian didesa pekaitan 1350Ha, Sinaboi 100Ha, Bangko Pusako 50ha. (zmi)
 


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar