Pemkab Kampar Sambut Hangat Pengurus JMSI KAMPAR
BANGKINANG(WRC) — Hubungan Pemerintah Kabupaten Kampar dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kampar bukanlah hubungan yang baru terjalin. Kedekatan dan komunikasi yang telah terbangun sejak lama kembali ditegaskan Wakil Bupati Kampar, Hj. Misharti, M.Si., saat menerima audiensi dan silaturahmi pengurus baru JMSI Kampar periode 2026–2031, Rabu (6/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Kampar tersebut berjalan hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Bahkan, Misharti secara terbuka menyebut JMSI Kampar sebagai bagian dari sahabat yang telah lama dikenal oleh dirinya bersama Bupati Kampar.
“JMSI ini adalah sahabat kami. Salah satu yang membuat kami terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kampar adalah kawan-kawan di JMSI Kampar. Oleh karena itu, keberadaan JMSI Kampar sudah lama kami kenali,” ujar Misharti.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa media, khususnya insan pers yang tergabung dalam JMSI Kampar, memiliki posisi strategis dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Kampar.
Dalam audiensi tersebut, Ketua JMSI Kampar periode 2026–2031, H. Netty Mindrayani, M.Si., hadir bersama Sekretaris Herdi Yulian, Penasehat JMSI Kampar yang juga Ketua PWI Kampar dua periode Akhir Yani, S.E., serta sejumlah pengurus lainnya.
Ketua JMSI Kampar H. Netty Mindrayani, M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kepengurusan baru JMSI Kampar berkomitmen membangun organisasi yang solid sekaligus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Menurut Netty, media memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, JMSI Kampar ingin membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah agar informasi mengenai program, kebijakan dan pembangunan Kabupaten Kampar dapat tersampaikan secara utuh kepada publik.
“Kami di JMSI Kampar ingin membangun hubungan kemitraan yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Kampar. Kami siap mengambil bagian dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara profesional, berimbang dan bertanggung jawab,” ujar Netty.
Ia menegaskan, JMSI Kampar tidak ingin sekadar menjadi organisasi yang menaungi perusahaan media siber, tetapi juga hadir sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
“Prinsip kami, media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi komunikasi yang baik harus terus dibangun. Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah, sehingga pemberitaan yang lahir benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kampar,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, JMSI Kampar juga menyampaikan harapan agar Pemkab Kampar, terutama Bupati dan Wakil Bupati, dapat menjalin kerja sama dalam berbagai kegiatan maupun penyebarluasan informasi melalui media anggota JMSI.
Selain itu, pengurus JMSI Kampar turut menyampaikan harapan dukungan pemerintah daerah terhadap agenda pelantikan pengurus JMSI Kampar periode 2026–2031
Menanggapi hal tersebut, Misharti menyambut baik seluruh aspirasi dan harapan yang disampaikan jajaran JMSI Kampar. Ia menilai keberadaan media memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyampaikan berbagai program dan capaian pembangunan kepada masyarakat.
Namun, Misharti juga menitipkan pesan khusus kepada jajaran JMSI Kampar agar pemberitaan terkait Kabupaten Kampar tetap mengedepankan kepentingan daerah, objektivitas, serta semangat membangun.
Menurutnya, media memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, pemberitaan yang konstruktif diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun citra positif Kabupaten Kampar.
Misharti meminta JMSI Kampar ikut membantu pemerintah, khususnya melalui pemberitaan yang mampu mengangkat potensi, program, prestasi, dan berbagai capaian Kabupaten Kampar.
Di sisi lain, ia juga berharap media dapat memberikan ruang terhadap kritik yang konstruktif sehingga pemerintah memperoleh masukan untuk melakukan perbaikan.
“Bantu pemerintah Kabupaten Kampar, terutama dalam hal pemberitaan. Kalau ada pemberitaan negatif yang dapat menjatuhkan nama baik Kabupaten Kampar, mari kita komunikasikan dengan baik. Kritik tetap diperlukan, tetapi mari sama-sama menjaga nama baik daerah,” pesan Misharti.
Pesan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemkab Kampar membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan insan pers. Pemerintah membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan informasi kepada publik, sementara media membutuhkan keterbukaan pemerintah dalam memperoleh informasi yang akurat.
Dengan kepengurusan baru JMSI Kampar periode 2026–2031, hubungan kedua pihak diharapkan tidak hanya berhenti pada audiensi dan silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang konkret.
Terlebih, di tengah derasnya arus informasi digital dan cepatnya penyebaran informasi di media sosial, keberadaan media siber profesional dinilai semakin penting untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pertemuan tersebut pun ditutup dalam suasana penuh keakraban. Baik Pemkab Kampar maupun JMSI Kampar sepakat bahwa pers dan pemerintah memiliki ruang masing-masing, tetapi keduanya dapat berjalan beriringan untuk satu tujuan: membangun Kampar yang lebih maju melalui informasi yang sehat, terbuka, dan mencerdaskan masyarakat.(Jhon)




Tulis Komentar