MENU TUTUP

Pemkab Rohil Respon Positif Aplikasi Monitoring Korupsi KPK

Selasa, 21 Maret 2023 | 19:46:29 WIB
Pemkab Rohil Respon Positif Aplikasi Monitoring Korupsi KPK

Bagansiapiapi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan aplikasi  Monitoring Center for Prevention (MCP) untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan tahun 2023. Peluncuran ini langsung dilaksanakan secara virtual yang dihadiri Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong serta jajaran kepala OPD se-Kabupaten Rokan Hilir pada hari Selasa (21/3/2023)

Dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Kementrian Lembaga Program Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah dan Peluncuran Indikator MCP tahun 2023.

Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Brigjen Pol Didik Agung Wijanarko menyampaikan, aplikasi ini akan memantau secara real time indeks pencegahan korupsi didaerah.

Didik berharap, melalui kegiatan ini menjadi tonggak pencegahan korupsi didaerah pada tahun 2023. Selanjutnya, kegiatan ini akan memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam melaksanakan koordinasi serta memperkuat kerjasama KPK dengan Kemendagri serta BPKP dalam melaksanakan pencegahan korupsi didaerah.  Koordinasi yang baik antar lembaga dan instansi, katanya, sehingga dapat menciptakan tata kelola yang baik didaerah dari praktek Korupsi.

Sementera itu,  Sekjen Jendral Kemendagri, DR Suhajar Diantoro  menyebutkan, pemerintah melalui Kemendagri sangat fokus pemberantasan korupsi pada tujuh area dilembaga pemerintahan yakni pada  Pengadaan barang dan jasa,  pelayanan dan Perizinan,  Penguatan APIP, Manajemen ASN, Optimasi Pajak dan Pengelolaan Aset Daerah. Dia menegaskan, tidak akan memberikan ruang kepada pelaku korupsi terutama pada bidang birokrasi.  

Kepala Badan Pengawas Keuantan Pusat (BPKP) , DR Muhammad Yusuf Ateh,MBA menyatakan bahwa urgensi pengawalan akuntabilitas adalah untuk mmperkuat pencegahan korupsi didaerah. Menurutnya, kecurangan semakin kompleks dan terencana karena bukan hanya melibatkan ASN, tapi juga swasta.

" Temuan kecurangan pada tahun 2022 sebesar Rp 37,1 triliun dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp  76.32 triliun. Permasalahan lain adalah pelayanan publik yang rawan pungli, berbelit, mahal dan lama. Berbagai program dan kegiatan sifatnya habis pakai serta tidak bermanfaat," cetusnya.

Yusuf meminta kepada seluruh stake holder untuk tidak ragu datang ke BPKP untuk menanyakan langsung dengan auditor baik dari tahap perencanaan maupun penganggaran untuk mengetahui dimana letak kekurangan supaya segera diidentifikasi.

" Jadi sebenarnya tinggal nanya saja dengan kami. Kami sangat senang berkonsultasi baik itu pengadaan barang dan jasa dan kita berharap bisabbekerja  sama agar mencapai tujuan sebagaimana mestinya," ucapnya.

Menurutnya, pihaknya  sudah banyak pengalaman  membantu hampir seluruh Kabupaten dan Provinsi seluruh Indonesia baik sistem manajemen ASN tentang sistem perekrutan ataupun sistem manajemen aset data kelola desa.

" Sampaikan aja jika bapak ibu butuh kami dari BPKP siap membantu seoptimal mungkin.  Jika yang datang APIP kita akan beritahukan yang mana kekurangan dan kami sudah beritahukan kepada seluruh BPKP agar membantu selurh APIP agar membantu bagaimana cara kerjanya," kata Yusuf.

Tempat sama, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan bahwa  musuh kita bersama adalah bagaimana menyelesaikan kemiskinan, kemakmuran, pembangunan manusia. Untuk itu, dirinya mengajak rekan rekan untuk mengembalikan cita cita luhur bangsa agar  Indonesia bebas dari korupsi dan dia menganggap "Corruption is a Crime Againts Humanity".

Dalam pemaparannya, ada 5 prioritas kerja presiden 2019- 2024 yakni mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan smber daya manusia, mengundang investasi seluas luasnya unutk membuka lapangan kerja, reformasi birokrasi dan penyusunan APBN yang fokus dan tepat sasaran.

Firli menegaskan, anggota legislatif jangan ada lagi bermain main dengan anggaran "Pokir". Tidak ada lagi alasan karena biaya mencalon mahal sehingga membuat anda korupsi dan kami tidak segan segan untuk menangkap termasuk pengalokasian dana hibah dengan alasan untuk masyarakat.

Dari data, sudah 36 propinsi kita lakukan pencegahan korupsi  karena lemahnya sistem. Dari hasil   survey indeks prilaku korupsi (IPAK) tercatat pada tahun 2019 nilai IPAK 2,7 , tahun 2020 pada  2,84, tahun 2021 pada angka  2,88 dan 2022 pada angka 3,93. Menurutnya, trend peningkatan yang naik mencerminkan masyarakat Indonesia sudah anti korupsi

Peluncuran aplikasi MCP dihadiri Sekjen KPK, BPKP, Apdesi, Apkasi, Gubri seluruh Indonesia, Bupati dan Walikota Indonesia baik secara fisik maupun virtual. (zmi)

Berita Terkait

Bupati Rohil Optimis Raih WTP 2019, Masalah Aset Sudah Bagus

Kapolres Rohil Pimpin Apel Tahunan Al-Majidiyah, Tanam Pohon Lewat Green Policing

Pacu Jalur Teluk Kuantan Menangi Anugerah Pesona Indonesia 2017

Dinilai Pantas, M.Arsya Fadillah Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Periode 2025-2030.

Babinsa Komsos Dengan Pembuat Olahan Tahu

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Perkuat Integritas dan Nasionalisme Lewat Ngaji Kebangsaan

2

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

3

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

4

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

5

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

6

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

7

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

8

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

9

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

10

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin