MENU TUTUP

Tokoh Pendiri Rokan Hilir Angkat Bicara Terkait Lambatnya Perbaikan Tiang Jembatan Pedamaran II

Senin, 19 September 2022 | 20:56:12 WIB
Tokoh Pendiri Rokan Hilir Angkat Bicara Terkait Lambatnya Perbaikan Tiang Jembatan Pedamaran II
 
BAGANSIAPIAPI, (WRC)- Satu Tahun Pasca patahnya tiang jembatan Pedamaran yang disebabkan dua kali tabrakan ponton  yang membawa muatan pasir pada Tanggal 7 dan 9 September 2021 Tahun lalu tak kunjung diperbaiki sampai saat ini.
 
Hal ini memicu reaksi dari masyarakat dan tokoh masyarakat di Rokan Hilir yang salah satunya merupakan Tokoh pendiri dan mantan Ketua Mubes Pembentukan Kabupaten Rokan Hilir, H. Azhar Achmad, SE, MSI.
 
Ia menyayangkan lambatnya proses perbaikan jembatan yang menjadi objek vital bagi masyarakat Rokan Hilir, khususnya daerah pesisir tersebut menyebabkan banyak kerugian yang dialami masyarakat dan daerah diantaranya terhambatnya proses pembangunan di Kecamatan Pekaitan dan Kubu.
 
" Negeri Rokan Hilir ini di bentuk dan didirikan dengan perjuangan panjang oleh para tokoh Rokan Hilir dengan tujuan pemerataan pembangunan disegala bidang. Dan salah satu pembangunan yang berhasil dicapai dengan anggaran ratusan milliar dan menjadi kebanggan masyarakat Rohil adalah Jembatan Pedamaran. Seharusnya pihak perusahaan yang sudah menyebabkan patahnya tiang jembatan Pedamaran II bertanggung jawab atas perbaikannya, jangan berlarut larut sehingga merugikan daerah dan masyarakat Rokan Hilir," Kata Azhar Achmad, SE, MSI saat ditemui WRC, Senin (18/9/2022). di Bagansiapiapi.
 
Lanjutnya, " dalam hal ini, kita berharap pihak - pihak yang terkait dalam permasalahan patahnya tiang jembatan Pedamaran dapat lebih fokus pada percepatan perbaikannya, jangan sampai berlarut larut dan jangan sampai aset yang begitu mahal harganya tersebut makin bertambah parah kondisinya," terang  Azhar Achmad. 
 
Mantan Pejabat yang pernah menduduki posisi kepala di beberapa dinas dan Asisten di Rokan Hilir ini sangat menyayangkan jika tahun ini tiang jembatan Pedamaran tidak dapat di perbaiki maka kerugian masyarakat Rohil makin besar. Karena menurutnya saat ini ada beberapa pengerjaan proyek di Kecamatan Pekaitan dan Kubu diantaranya proyek jalan Lintas Pesisir yang mana akses terdekatnya melalui jembatan Pedamaran.
 
" Jika tahun ini Jembatan Pedamaran II tidak diperbaiki maka kerugian bagi daerah dan masyarakat kita makin banyak. kita semua sudah pada tahu bahwa peristiwa patahnya tiang jembatan menyebabkan pengerjaan jalan lintas pesisir tahun lalu terhambat,"  terangnya.
 
Akibat terbatasnya aktifitas penggunaan jembatan Pedamaran menyebabkan perputaran ekonomi di Kecamatan Pekaitan yang notabene nya   berkebun sawit dan pertanian menjadi terhambat karena pengangkutan hasil produksi tidak bisa maksimal, begitu juga dengan pembangunan, karena masyarakat tidak bisa membawa material bangunan skala besar. (Irwan)
Berita Terkait

Dua Perbup PTSL Telah Terbit, Kepala BPN Rohil Apresiasi Bupati

Persiapan Lomba Kebersihan Kota Se-Riau, DLH Rohil Benahi TPA Bagansiapiapi

Kepemimpinan Suyatno Dinilai Berhasil Tingkatkan Sektor Pertanian Rohil

Pemkab Kampar Dukung Kegiatan AKS, Hambali : “Saya Meminta OPD Terkait Ikut Andil Dalam Mensukseskan

Pelatihan Kerja Kembali Dibuka, Disnaker Rohil Ajak Masyarakat Segera Daftarkan Diri

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

PSI X ESI Rohil Hadirkan Turnamen Free Fire Independent Day 2026

2

Kadisdikbud Rohil Pastikan Program Seragam Sekolah Gratis SD-SMP Tetap Berlanjut

3

STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Siap Gelar UAS Genap TA 2025/2026

4

Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan: Jembatan Merah Putih Presisi di Rohil Diresmikan

5

Simak Arahan Kadisdikbud Rohil saat Buka MPLS di SMPN 1 Bangko

6

Ringankan Beban Masyarakat, Sat Binmas Polres Rohil Gelar Gerakan Pangan Murah

7

Muhammad Maliki Resmi Berlabuh ke PSI, Optimistis Tatap Pemilu 2029

8

Polsek Bangko Gelar Malam Pengantar Tugas Kompol Buyung Kardinal

9

65 Anggota Polres Rohil Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Peningkatan Profesionalisme

10

Bupati Rohil Resmikan Festival Ekraf Pesona Boapi 2026, Dorong Digitalisasi UMKM Via QRIS