MENU TUTUP

Wowww...Ramai -ramai DPRD Rohil Beli Mobdin Fortuner Pakai Duit Rakyat

Kamis, 22 Oktober 2015 | 17:30:19 WIB
Wowww...Ramai -ramai DPRD Rohil Beli Mobdin Fortuner Pakai Duit Rakyat Penampakan Mobdin DPRD Rohil Jenis New Fortuner

BAGANSIAPIAPI, Wawasanriau.com - 41 orang anggora Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tampak nyaman dapat merasakan enaknya naik mobil mewah berkelas Toyota New Fortuner. Sedangkan Dua kakak beradik, Lasmi(5) dan Laila(9) asal Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas terbaring tak berdaya menderita Gizi Buruk.

Demikian hal itu salah satu masyarakat Bangko dengan polos mberceloteh ketika diminta tanggapan. "Mereka (Anggota DPRD Rohil, red) beamai-amai memboli mobil mewah, sampai tak soda ado budak tekono penyakit gizi buruk, parah botul dah, yang lebih parah lai DPR dapil sanun lah, tak soda yang dipakai ko duit rakyat, nampak kojo mubazir apolah salah boli mobil biaso macam setara kijang inova kan samo fungsinyo,"kata salah satu masyarakat Bangko, Anto (35) dengan bahasa logat daerahnya, pada wartawan.

Jika Pemkab bisa memberikan jatah mobil -mobil mewah kepada Anggota DPRD Rohil dengan kelas Toyota New Fortuner TRD Sportivo 2.5 M/T mesin Diesel, seharga berkisar Rp450 juta/ satu unit, berarti Pemkab Rohil sudah menghabiskan anggran sebesar Rp18,5 Miliar lebih untuk pengadaan tersebut.

Sementara itu, Kakak beradik penderita Gizi buruk hanya mendapat perawatan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pratomo Bagansiapiapi. Perawatan dilakukan di Ruang Flamboyan sejak Senin (19/10) kamaren.

Hal ini dibenarkan dr. Suratmin Spa, dia yang menangani kedua pasien penderita Gizi buruk. "Kedu anak itu sudah kita pastikan penderita Gizi buruk, si penderita harus betul -betul mendapatkan perawatan baik dengan waktu lama,"jelasnya, Kamis (22/10).

Tambahnya lagi, Menga dipastikan lama untuk memulihkan kondisi anak yang terkena kasus gizi buruk, biasanya paling cepat terhitung waktu enam minggu dengan tahapan yang berbeda.

"Jadi hari pertama hari kedua ada namanya fase stabilisasi, hari ketiga sampai hari ke-14 itu ada namanya fase transisi dan perbaikan, terus nanti hari ke 14 sampai minggu ke-6 itu namanya fase stabilisasi, saat itulah ketka kondisi anak akan  distabilkan dia disitu itu,"terang Suratmin.

Sedangkan minggu ke-6 sampai seterusnya itu baru disebutkan dnegan yang namanya fase rehabilitasi, "sudah sembuh dia, kita perbaiki
Kompleks, kalau gizi buruk itu kompleks, tak satu yang kita perbaiki, banyak kita perbaiki,"ujarnya.

Salah satu Dokter Umum di Rohil berpendapat, untuk memulihkan kondisi anak gizi buruk tidak sampai muluk -muluk angganrannya, artinaya tak sampai menyentuh angka Rp100 juta.

"Saya kurang tau juga, tergantung respon anak tersebut, tapi saya kira tak sampai seratus jutalah,"cetus Netty saat itu mengaku sedang mengahadiri salah satu acara resmi yang ditaja Pemkab Rohil dibagansiapiapi.(mi/red)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Inisiatif Kesehatan, MBG Strategi Hidupkan Ekosistem UMKM Daerah

Peduli masyarakat Miskin, Bupati Kampar Antarkan Sembako Kerumah Warga

Riau Perang Melawan Radikalisme dan Terorisme

Konflik Lahan Masyarakat Pedamaran Dengan PT. JJP Masuk Pembahasan Pansus DPRD Provinsi Riau

Ingin Ibadah Umroh..? PT.Darul Umroh Alharamain Tour dan Travel Solusinya...

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

PSI X ESI Rohil Hadirkan Turnamen Free Fire Independent Day 2026

2

Kadisdikbud Rohil Pastikan Program Seragam Sekolah Gratis SD-SMP Tetap Berlanjut

3

STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Siap Gelar UAS Genap TA 2025/2026

4

Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan: Jembatan Merah Putih Presisi di Rohil Diresmikan

5

Simak Arahan Kadisdikbud Rohil saat Buka MPLS di SMPN 1 Bangko

6

Ringankan Beban Masyarakat, Sat Binmas Polres Rohil Gelar Gerakan Pangan Murah

7

Muhammad Maliki Resmi Berlabuh ke PSI, Optimistis Tatap Pemilu 2029

8

Polsek Bangko Gelar Malam Pengantar Tugas Kompol Buyung Kardinal

9

65 Anggota Polres Rohil Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Peningkatan Profesionalisme

10

Bupati Rohil Resmikan Festival Ekraf Pesona Boapi 2026, Dorong Digitalisasi UMKM Via QRIS