MENU TUTUP

Bom Meledak Saat Resepsi Pernikahan di Afghanistan, 63 Orang Tewas

Minggu, 18 Agustus 2019 | 15:51:32 WIB
Bom Meledak Saat Resepsi Pernikahan di Afghanistan, 63 Orang Tewas

Jakarta - Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah acara resepsi pernikahan di Afghanistan. Ledakan ini menewaskan 63 orang dan melukai 182 orang. 

Sebagaimana dilansir dari kantor berita Rueters, Minggu (18/8/2019), aksi tersebut terjadi pada Sabtu malam. Menurut Kementerian dalam negeri Afganistan, tragedi bom bunuh diri ini dilakukan di sebuah acara resepsi pernikahan di Ibukota Kabul, Afghanistan.

Serangan tersebut terjadi ketika Talibandan Amerika Serikat (AS) sedang berusaha untuk menegoisasikan kesepakatan terkait penarikan pasukan AS. Negoisasi ini merupakan imbalan atas komitmen Taliban pada pembicaraan soal keamanan dan perdamaian dengan pemerintah Afghanistan yang didukung AS.

Taliban menolak bertanggung jawab kejadian ini. Mereka justru mengutuk ledakan di aula pernikahan Kabul barat itu. Karena di sana ada lingkungan minoritas Syiah, yang juga hadir dalam acara pernikahan.

"Wanita dan anak-anak termasuk di antara korban," kata juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi.

Namun Presiden Ashraf Ghani mengatakan para militan tidak bisa lolos dari tuduhan atas serangan 'biadab' tersebut. Menurutnyam justru Talibanlah yang jadi biang keladi tragedi ini.

"Taliban tidak dapat membebaskan diri dari kesalahan karena mereka menyediakan platform untuk teroris," katanya dalam sebuah posting di Twitter.

Ledakan itu terjadi usai serangan bom di sebuah masjid di Pakistan pada hari Jumat (16/8/2019) lalu, yang menewaskan seorang saudara pemimpin Taliban Haibatullah Akhundzada. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang menewaskan empat orang dan melukai sekitar 20 orang itu.

Gambar-gambar di media sosial dari tempat ledakan Kabul menunjukkan tubuh berserakan di tengah meja dan kursi terbalik di aula pernikahan, dengan noda darah gelap di karpet. Residen Mohammad Hasan bergegas ke tempat kejadian setelah ledakan mengguncang.

"Saya melihat banyak wanita dan anak-anak menjerit dan menangis," katanya.

Untuk diketahui, aula pernikahan telah menjadi bisnis besar di Kabul lantaran ekonomi Afghanistan perlahan mulai meningkat. Keluarga membelanjakan lebih banyak untuk perayaan. Aula besar yang terang benderang kini berjejer di beberapa jalan pinggiran kota. Sebelumnya, pada bulan November bom juga pernah menyerang sebuah aula pernikahan di Afganistan. Setidaknya, saat itu 40 orang dilaporkan tewas.

Militan Negara Islam juga beroperasi di Afghanistan dan telah melakukan serangan berdarah di kota-kota besar, beberapa di antaranya ditujukan kepada anggota minoritas Syiah. (detik.com)

Berita Terkait

KPK: Kalau Ada Bantahan, Silakan Sjamsul Nursalim Sampaikan ke Penyidik

Korut Puji Pertemuan Bersejarah Kim Jong-Un dan Trump di DMZ

Menjadi Viral, Vidio UAS Bersama Prabowo Langgar Aturan Netralitas PNS

Korban Topan di Mozambik Dipaksa Jual Diri Demi Makanan

Satgas PRR Percepat Pembangunan Hunian Pascabencana di Sumatera

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Polres Rohil Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Ekstasi Seberat 5,8 KG, Enam Tersangka Diamankan

2

Kapolda Riau Beri Penghargaan kepada Polres Rohil Atas Pengungkapan 80 Kg Sabu

3

Kajari Rohil Firdaus Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Coffee Morning

4

Awali Hari Kerja 2026: Bupati H. Bistamam Tekankan Disiplin dan Percepatan Program

5

Dr. Muhammad Maliki Buka Peluang Kerja bagi 10 Putra-Putri Rokan Hilir

6

Sekda Rohil Pimpin Rapat Finalisasi Dokumen RT RW :Percepat Pengesahan

7

Kalapas Bangkinang Apresiasi Dedikasi Petugas Selama 3 Hari Pelayanan Prima

8

Kunjungan Lebaran Di Lapas Bangkinang Warnai Kehangatan

9

Kapolres Rohil Tinjau Pos Pengamanan Ops Ketupat Lancang Kuning 2026

10

Oknum Wartawan Kena OTT Polisi Diduga Peras Pengacara 3 Juta Untuk Lebaran