Ekonomi

Persatuan Wanita Suku Jawa Kecamatan Bangko Gelar Ulang Tahun Ke-13

Pemotongan nasi tumpeng tandai ulang tahun persatuan wanita suku Jawa kecamatan Bangko, Minggu (12/01/2020)

BAGANSIAPIAPI - Persatuan wanita suku Jawa (PWSJ) Kecamatan Bangko menggelar ulang tahun yang ke-13. Acara tersebut di gelar di Pujasera Jalan Pulau Baru, Bagansiapiapi, Minggu (12/01/2020). Perkumpulan wanita suku Jawa di Kecamatan Bangko ini bertujuan untuk meningkatkan perdagangan para anggotanya. Saat ulang tahun ini ditandai dengan memotong puncak nasi tumpeng.

"Ini biasanya kami adakan setiap tahunnya pada tanggal 12 bulan satu,"jelasnya ketua PWSJ Bangko, Tuminam,Spd.

Dijelaskannya selama 13 tahun terbentuknya organisasi ini, kegiatannya selain pertemuan, PWSJ Bangko juga melaksanakan pencabutan undian nomor anggota pada setiap tanggal satu.

Dia juga menjelaskan bahwa PWSJ Bangko saat ini juga telah membentuk koperasi wanita.

"Alhamdulillah anggota PWSJ sebanyak 82 orang sampai akhir ini. Meskinpun kemarin tuh ada yang keluar karena berhalangan. Bahkan ada yang pindah,"jelasnya.

Tuminam menjelaskan dia selaku ketua persatuan wanita suku Jawa  kecamatan Bangko. Sedangkan PWSJ Kabupaten Rokan Hilir diketuai oleh Murni.

"Di dalam PWSJ yaitu khususnya orang Jawa semua yang saya bentuk koperasi saya ambil dari anggota yang berdagang karena itu untuk modal dia.  Alhamdulillah selama ini kami pakai jasa tetapi kami pakai akhir tahun, biasanya itu kami bagikan lagi supaya tidak riba,"ujarnya. 

Namun untuk tahun yang akan datang modal sudah banyak sehingga tidak perlu pakai jasa lagi.

"Insya Allah simpanan simpanan saja. Karena simpan pinjam, simpanan yang utama yang saya mintakan pada anggota supaya simpanannya meningkat,"bebernya.

Kemudian itu, djelaskannya semenjak menjadi anggota PWSJ sampai saat ini banyak anggota sudah ada peningkatan, dimana yang tadinya berdagang kangkung Genjer di pasar Bagansiapiapi sekarang udah bisa dagang buah-buahan. Ada yang dagang sepatu, selop apalagi sekarang ada juga melalui online, itu lebih banyak lagi, ada yang jualan kue, jualan baju, jualan makan makanan.

"Pokoknya meningkatkan dagangan anggota. Bagi anggota yang tidak berdagang enggak saya ikutkan menjadi anggota koperasi. Karena niat saya meningkatkan mutu ekonomi masyarakat yang lemah lemah,"pungkasnya. (gun)


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar