Hukrim

Saat Ayah Memeluk, Anak Tikamkan Pisau ke Jantung

Banjarmasin -- Riduan (30) memang ayah tiri. Dia menikahi Yuli yang berstatus janda satu anak bernama Rafiq (22), delapan tahun silam.

Riduan dan Yuli menikah di bawah tangan. Selama ini, Riduan dan Yuli menjalani hubungan jarak jauh. Riduan bekerja di bandara Palangkara, sebagai petugas kebersihan bandara.

Namun demi berkumpul dengan keluarganya, dua bulan terakhir Riduan melepas pekerjaannya. Dia pun tinggal perumahan Batola Resident di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala bersama istrinya.

Rafiq sendiri, punya tempat tinggal terpisah di Jalan Kelayan A, bersama istri dan anaknya. Namun dia melarang Riduan tinggal di perumahan Batola. Keduanya kerap cekcok karena itu.

Hari itu, Jumat, 4 Oktober 2019, keduanya berpapasan di lampu merah Sungai Andai. "Anak saya hendak memukul ayahnya, tapi dihalangi. Lalu dia mengajak kami ke rumah kakak saya di Kompleks Purnama. Maksudnya untuk membereskan masalah ini," ungkap Yuli seperti dilansir dari Prokal, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Di rumah kakak Yuli bernama Rusnah (60) di Jalan Padat Karya Kompleks Purnama Permai II Jalur 6 Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, mereka tiba sekitar pukul 10.00 Wita.

Namun sebelum masuk rumah, Rafiq kembali mengamuk. Dia hendak menyerang ayah tirinya. Sang ayah lalu memeluknya. Saat itulah Rafiq mencabut senjata tajam, lalu menikamkan ke dada kiri ayah tirinya tersebut.

Riduan ambruk. Darah menggenang dari dadanya. Diduga senjata tajam itu menembus jantungnya. Riduan meninggal di tempat.

"Belum lagi kami masuk ke rumah, dia sudah menyerang. Ayahnya lalu memeluknya. Maksudnya mungkin untuk menenangkan. Nah, saat dipeluk itulah dia mengeluarkan senjata tajam dan menikamnya," ungkap Yuli dengan mulut bergetar.

Korban kemudian dievakuasi dengan minibus milik warga sekitar. Setiba di Rumah Sakit Ansari Saleh di Jalan Hasan Basry, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Yuli saat itu sempat membuka akun Facebook suaminya. Ternyata korban sempat menulis pesan pamit. "Terima kasih atas semuanya. Mungkin ini yang terakhir kalinya," tulis korban.

Status itu ditulis korban beberapa jam sebelum insiden. "Rupanya dia punya firasat buruk. Tapi saya tak menyangka bakal seperti ini jadinya," ujarnya.

Tim gabungan dari Polsekta Banjarmasin Utara dan Jatanras Polresta Banjarmasin sedang memburu pelaku. "Belum ketemu, masih kami buru," tegas Kapolsekta Banjarmasin Utara AKP Dodi H.

Sumber : Babe


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar