Mahasiswa KUKERTA UNRI Sosialisasi Stop Bullying Kepada Siswa SDN 006 Kampar
KAMPAR,wawasanriau.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 Desa Tanjung Bungo melaksanakan sosialisasi Stop Bullying bagi siswa SD Negeri 006 Kampar pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 60 siswa kelas I hingga kelas VI sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Bullying merupakan salah satu permasalahan yang dapat memberikan dampak terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun akademik peserta didik.
Oleh karena itu, sosialisasi ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya preventif untuk menanamkan pemahaman kepada siswa sejak usia dini mengenai pentingnya menghargai sesama, menjaga sikap, serta membangun hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang komunikatif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar sehingga dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak siswa berdiskusi mengenai contoh perilaku yang termasuk tindakan bullying serta sikap yang sebaiknya diterapkan ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan tersebut.
Melalui diskusi tersebut, siswa diberikan pemahaman bahwa saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga tutur kata dan perilaku merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung, sosialisasi dikemas secara interaktif melalui sesi ice breaking yang bertujuan membangun semangat belajar sekaligus menciptakan suasana yang lebih komunikatif.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa juga mengadakan kuis edukatif yang berisi pertanyaan seputar materi bullying. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi pemahaman siswa, tetapi juga mendorong keberanian mereka untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti setiap sesi kegiatan. Siswa tidak hanya memperhatikan materi yang disampaikan, tetapi juga berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan, mengikuti kuis, serta menyampaikan pendapat mengenai pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai sesama teman di lingkungan sekolah.
Ketua Kukerta Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 Desa Tanjung Bungo, Dio Erwanda, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai pentingnya mencegah perilaku perundungan sejak usia dini.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menghargai sesama, menghindari segala bentuk perundungan, serta menumbuhkan sikap peduli terhadap teman di lingkungan sekolah.
Dengan memahami dampak bullying sejak dini, diharapkan siswa mampu membangun hubungan yang saling menghormati dan menciptakan suasana belajar yang aman serta nyaman bagi semua," ujar Dio Erwanda.
Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap nilai-nilai saling menghargai, empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dapat terus ditanamkan kepada siswa sejak usia dini.
Diharapkan, pemahaman yang diperoleh selama sosialisasi tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk karakter peserta didik yang berakhlak baik, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.**




Tulis Komentar