Mahasiswa KUKERTA UNRI Dampingi Pelaku Usaha Inovasi Palito Daun Didesa Naumbai
Kampar,Wawasanriau.com - Universitas Riau (UNRI) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat bersama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026 di desa Naumbai melaksanakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat pelaku usaha melalui inovasi produksi untuk peningkatan ketahanan produk ‘Palito Daun’ Desa Naumbai, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan produk pangan tradisional berbasis potensi lokal melalui penerapan inovasi sederhana untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan Palito Daun.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Gusliana HB, S.H., M.Hum., sebagai ketua tim bersama Dr. Syaifullah Yophi Ardiyanto, S.H., M.H., Dr. Dedi Kusuma Habibie, S.IP., MPA., QIA., Sukamarriko Andrikasmi, S.H., M.H., Dr. Hj. Mardalena Hanifah, S.H., M.Hum., dan Zulwisman, S.H., M.H. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Kepala Desa Naumbai, Muhammad Zulhasni, S.E., S.y., M.M., beserta jajaran Pemerintah Desa Naumbai, hingga mahasiswa KUKERTA yang berperan aktif dalam memfasilitasi pelaksanaan program bersama pelaku usaha Palito Daun.
Palito Daun merupakan salah satu makanan tradisional khas Desa Naumbai, yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih diproduksi hingga saat ini.
Makanan tradisional ini memiliki cita rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut sehingga menjadi salah satu kuliner yang banyak diminati masyarakat. Namun, penggunaan bahan-bahan alami, terutama santan segar, menyebabkan Palito Daun memiliki daya simpan yang relatif singkat, yaitu sekitar satu hari pada suhu ruang.
Sebagai implementasi program UNRI Berdampak, serangkaian kegiatan ini diawali pada 10 Juli 2026 melalui uji coba peningkatan ketahanan produk Palito Daun. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat bersama mahasiswa KUKERTA UNRI dan pelaku usaha melakukan serangkaian uji coba terhadap beberapa perlakuan untuk memperoleh formulasi Palito Daun dengan daya simpan yang lebih baik tanpa mengurangi cita rasa khasnya.
Perlakuan yang diterapkan meliputi penggunaan susu UHT sebagai pengganti santan, pemanasan santan pada suhu yang berbeda, serta modifikasi komposisi santan dan tepung untuk menghasilkan adonan dengan kadar air yang lebih rendah. Setiap perlakuan diamati dan dievaluasi bersama untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tekstur, cita rasa, dan ketahanan produk.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, pada 17 Juli 2026 dilaksanakan penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan kepada pelaku usaha Palito Daun. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pengabdian Universitas Riau, Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Tahun 2026, Pemerintah Desa Naumbai, serta pelaku usaha.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya inovasi dalam pengembangan produk pangan tradisional, faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan produk, teknik pengolahan yang baik, serta metode penyimpanan yang tepat.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan praktik bersama sehingga pelaku usaha dapat memahami sekaligus menerapkan teknik yang telah diperkenalkan dalam proses produksi sehari-hari.
Selain pengujian daya simpan, kegiatan ini juga mengembangkan inovasi produk melalui penambahan lima varian rasa, yaitu original, pandan, cokelat, nangka, dan durian, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pilihan bagi konsumen, serta memperkuat daya saing Palito Daun sebagai salah satu produk unggulan Desa Naumbai.
Kepala Desa Naumbai, Muhammad Zulhasni, S.E., S.y., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program pengabdian yang dilakukan oleh Universitas Riau bersama Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Tahun 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Riau beserta Mahasiswa KUKERTA yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Naumbai. Kami berharap inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh pelaku usaha sehingga Palito Daun semakin dikenal luas, memiliki kualitas yang lebih baik, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Naumbai," ujar Muhammad Zulhasni.
Sementara itu, Ketua KUKERTA Universitas Riau Desa Naumbai Tahun 2026, Aditya Wira Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal yang dimiliki Desa Naumbai.
"Melalui semangat UNRI Berdampak ini, kami berharap rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi. Melalui peningkatan ketahanan produk, penerapan teknik produksi yang lebih baik, serta pengembangan varian rasa, diharapkan Palito Daun mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara Tim Pengabdian Universitas Riau, mahasiswa KUKERTA, Pemerintah Desa Naumbai, dan pelaku usaha, program UNRI Berdampak ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi pengembangan UMKM lokal. Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas peluang pemasaran, serta mendukung pelestarian makanan tradisional makanan sebagai potensi unggulan di Desa Numbai, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.**




Tulis Komentar