Lancang Kuning

Perempuan Muda Ini Sukses Ubah Peluang Digital Jadi Mesin Cuan

KAMPAR(WRC) - Perempuan kelahiran Ranah Singkuang, 3 Agustus 1999 itu bisa merubah peluang Digital menjadi cuan, Perkembangan transaksi digital membuka banyak peluang ekonomi baru, termasuk bagi masyarakat di pedesaan. Peluang itulah yang berhasil dimanfaatkan seorang pemudi asal Desa Ranah Singkuang hingga mampu membangun usaha jasa transfer dan menjadi Agen BRILink dengan penghasilan mencapai Rp10 juta hingga Rp13 juta per bulan.

Perjalanan itu dimulai pada akhir tahun 2024. Saat banyak orang masih ragu memulai usaha, ia justru melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transfer uang dan transaksi keuangan sebagai kesempatan yang menjanjikan.
 

Dengan modal awal hanya Rp1 juta, ia mulai menjalankan jasa transfer secara sederhana pada awal tahun 2025. Tanpa ruko maupun kantor, aktivitas transaksi dilakukan dari rumah Sekretaris Desa Ranah Singkuang, Afrizal, yang juga merupakan abang sepupunya.
 

Meski berawal dari tempat seadanya, perlahan hasil mulai terlihat. Dalam kurun Januari hingga Mei 2025, pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp3 juta setiap bulan.
 

Keinginan untuk berkembang membuatnya terus mencari lokasi yang lebih ramai dan mudah dijangkau masyarakat. Pada Juni 2025, ia mendapatkan tempat di pos masuk Desa Ranah Singkuang dari arah Air Tiris.
 

Perpindahan lokasi itu membawa perubahan besar. Jumlah pelanggan mulai meningkat dan pendapatan bertambah hingga mencapai Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan selama periode Juni hingga September 2025.
 

Namun, ia kembali harus berpindah karena pos tersebut digunakan warga untuk kegiatan siskamling. Kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Setelah berusaha mencari tempat yang lebih layak, akhirnya ia mendapatkan lokasi usaha yang digunakan hingga sekarang.
 

Sejak Oktober 2025, tempat tersebut resmi ditempati dengan biaya sewa Rp500 ribu untuk masa enam bulan. Dari lokasi baru inilah usahanya semakin berkembang.
 

Awal tahun 2026 menjadi titik penting dalam perjalanan bisnisnya. Jika sebelumnya transaksi hanya mengandalkan telepon genggam, ia mulai meningkatkan layanan dengan membeli mesin Mini ATM Bersama senilai Rp2 juta dari Buku Agen.
 

Tidak lama setelah itu, ia kembali mencari peluang agar layanan BRILink dapat hadir di desanya. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika dirinya resmi dipercaya menjadi Agen BRILink.
 

Sejak saat itu, jumlah transaksi terus meningkat. Usaha kecil yang dahulu dimulai dengan modal terbatas kini mampu memberikan penghasilan belasan juta rupiah setiap bulan.
 

Baginya, keberhasilan tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dari keyakinan dan doa orang tua yang selalu menyertai setiap langkah perjuangan.
 

“Saya yakin ketika kita memiliki niat dan kemauan yang keras, Allah akan mudahkan dan lancarkan usaha yang kita jalankan,” ujar Yesi.
 

Ia juga percaya bahwa restu orang tua menjadi kekuatan terbesar dalam merintis usaha dari nol hingga berkembang seperti sekarang.

“Prinsip saya dalam berusaha selalu membutuhkan doa orang tua untuk setiap langkah yang saya lakukan, karena tanpa doa mereka saya bukan apa-apa,” tutupnya.(Jhon)


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar