Internasional

Iran ancam 'bakar' kapal-kapal di Selat Hormuz, Kedubes AS di Riyadh diserang drone

Wawasanriau.com - Seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa negara itu akan "membakar" kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz—jalur minyak dan gas yang sangat penting—seiring dengan berkecamuknya konflik di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Ebrahim Jabbari, penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), melalui siaran televisi pemerintah.

Dia mengatakan selat tersebut dalam status tertutup dan memperingatkan bahwa kapal-kapal "tidak boleh datang ke wilayah ini, mereka pasti akan menghadapi respons serius dari kami."

Jabbari juga mengatakan bahwa AS "haus akan minyak di wilayah ini" dan bahwa Iran akan "menyerang jalur pipa mereka di wilayah tersebut dan tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari daerah ini".

Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan titik transit minyak yang paling vital.

Sekitar seperlima minyak dan gas dunia melewati selat tersebut.

Sementara, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan "serangan terberat" terhadap Iran "masih akan datang", seraya menambahkan bahwa dia tidak akan "memberikan rincian upaya taktis kami".

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia mengambil keputusan untuk melancarkan perang terhadap Iran, karena itu adalah "kesempatan terakhir dan terbaik" untuk menghentikan rezim yang berkuasa.

Berbicara di Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak AS menyerang Iran, Trump mengatakan AS terus melakukan "operasi tempur skala besar".

Pernyataan ini muncul setelah Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dihantam dua drone, yang mengakibatkan "kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil pada bangunan", menurut Kementerian Pertahanan Saudi.

Silakan membaca artikel lengkapnya: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8eg9030d0ro


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar