Dr. Karmila Sari Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Rohil
Rohil,Wawasanriau.com -- Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Karmila Sari, S.Kom., MM, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bertempat di Gedung misran Rais,jalan utama, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, pada kamis (26/02/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Rokan Hilir, M. Nurhidayat, Ketua Legiun Veteran RI (LVRI) Rokan Hilir, Peltu (Purn) Wan Fahrizal, serta diikuti oleh para Kepala Sekolah SD, SMP, SMA se-Kecamatan Bangko, Sinaboi, dan Batu Hampar, serta Kepala Puskesmas Bangko.
Dalam sambutannya, Kadisdikbud Rohil, M. Nurhidayat, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiasi Dr. Karmila Sari.
Ia menyoroti fenomena mulai menipisnya rasa kebangsaan di tengah masyarakat akibat arus informasi yang tak terbendung.
Rasa kebangsaan ini harus terus kita pupuk setiap saat. Tantangan kita hari ini adalah keterbukaan informasi dan teknologi AI yang bisa memanipulasi kenyataan."Kita juga melihat contoh miris di media sosial, bagaimana ada warga negara yang mendapatkan fasilitas negara namun tidak menunjukkan rasa syukur dan nasionalisme terhadap negaranya sendiri," ujar Nurhidayat.
Ia juga berharap nilai-nilai 4 Pilar ini kembali ditanamkan di lingkungan sekolah melalui peran kepala sekolah dan guru. "Dulu kita punya penataran P4. Sekarang, meski formulanya berbeda, semangat itu harus tetap ada agar anak didik kita mencintai negaranya di tengah tantangan zaman yang semakin besar," tambahnya.
Selain itu, Nurhidayat menyentuh rencana penguatan aturan perlindungan guru yang tengah digodok di tingkat pusat, agar guru merasa nyaman dan aman dalam mendidik tanpa rasa cemas akan tuntutan hukum yang berlebihan.
Materi pertama disampaikan oleh Ketua LVRI Rohil, Wan Fahrizal. Beliau mengulas peran Veteran yang dikuatkan melalui Keppres No. 103 Tahun 1957 dan bagaimana nilai-nilai perjuangan para pahlawan menjadi pondasi bagi tegaknya 4 Pilar Kebangsaan hingga saat ini.
"Veteran adalah saksi hidup sejarah, Hubungan antara veteran dan 4 Pilar sangat erat, tanpa landasan ideologi yang kuat, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak akan mungkin terwujud," jelasnya.
Dalam paparan utamanya, Dr. Karmila Sari menekankan bahwa 4 Pilar Kebangsaan bukan sekadar simbol atau slogan, melainkan sistem nilai yang saling terkait untuk menjaga kedaulatan bangsa.
Pancasila sebagai ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan adalah warisan berharga.
Di era digital, tantangan kita adalah radikalisme, hoaks, dan disinformasi yang bisa memecah belah persatuan dalam hitungan menit," tegas srikandi Golkar tersebut.
Ia mengingatkan bahwa manipulasi makna Pancasila untuk kepentingan kelompok tertentu dapat menggerus jati diri bangsa.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tenaga pendidik, untuk menjadi benteng pertahanan ideologi.
"Saudara-saudara sekalian, mari kita amalkan 4 pilar ini dalam kehidupan sehari-hari,marilah kita bersatu dalam keberagaman dan menghormati perbedaan. Masa depan bangsa ada di tangan kita semua. Bersama, kita kuat!" tutup Dr. Karmila Sari. (ADV/Kominfo Rohil).




Tulis Komentar