MENU TUTUP

32 Pendatang asal Bugis, Jawa dan Sumbar Tewas Dalam Kerusuhan Wamena

Minggu, 29 September 2019 | 15:58:27 WIB
32 Pendatang asal Bugis, Jawa dan Sumbar Tewas Dalam Kerusuhan Wamena

Jakarta, Wawasanriau --Tragedi di Wamena, Papua pada 23 September 2019 menyisakan derita mendalam bagi keluarga dan masyarakat Indonesia.

Betapa tidak, pembantaian yang dilakukan oleh kelompok teroganisasi, terbilang sadis dan tidak manusiawi.

Hal itu sesuai dengan temuan Komisi Nasional (Komnas HAM) yang melakukan investigasi selama beberapa hari.

Para pendatang di Papua dibantai secara sadis. Rumah para korban dibakar. Toko mereka dijarah.

Bahkan, seorang dokter dibakar dan balita dikampak kepalanya hingga meregang

nyawa.

Dokter yang menjadi korban pembantaian bernama dr Soeko Marsetiyo.

"Bagi Komnas HAM, ancaman kekerasan terhadap guru maupun tenaga medis adalah ancaman terhadap pekerja kemanusiaan," tegas Kepala Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey.

Bahkan, hasil penelusuran Komnas HAM, dr Soeko Marsetiyo merupakan satu-satunya dokter yang sejak awal menawarkan diri untuk bertugas di pedalaman Papua.

Dia telah mengabdikan dirinya kepada masyarakat di Tolikara. Namun justru menjadi korban yang diduga dianiaya secara sadis oleh sekelompok orang,"

tuturnya.

Menurut berbagai sumber, dr Soeko meninggal akibat luka bakar yang parah. Sementara dari keterangan beberapa saksi mata, insiden tersebut terjadi saat

dr Soeko dalam perjalanan naik mobil di sekitar Pasir Putih (Mumi). Tiba-tiba dia dihadang oleh sekelompok orang. Tanpa rasa kasihan, dokter tersebut disiram bensin, lalu dibakar.

Dokter Soeko berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke got. Namun, luka bakar yang diderita dokter lulusan Undip itu terlalu parah.

PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengeluarkan rilis tentang kasus tersebut. Salah satu isinya, seluruh keluarga besar IDI diminta mengenakan

pita hitam yang diikatkan di lengan kanan pada 26-30 September.

"Itu bentuk solidaritas, rasa berkabung, dan duka cita atas wafatnya teman sejawat kami yang meninggal saat menjalankan tugas," ujar Ketua Umum IDI

dr Daeng M. Faqih, dikutip dari siaran pers 26 September.

Sementara itu, Wakil Sekjend DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade meminta Presiden Jokowi untuk serius menangani tragedi Papua. Pasalnya warga

pendatang dari Sumbar, Jawa dan Bugis menjadi korban.

"Ada 9 warga perantauan Minang yang meninggal dunia karena kerusuhan di Wamena. 1 org terbakar dan tinggal tengkorak saja, 1 org Balita usia 3 tahun dikampak kepalanya," kata Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang itu.

Menurut Andre, ada 1.500 warga Sumbar yang masih mengungsi, begitu pun dengan para perantau dari daerah lain.

"Toko-toko mereka dijarah. Dan sekarang mereka berlindung di kantor Kodim dan Polres. Saya mohon tindakan kongkret dari pemerintahan Jokowi agar segera pulihkan kembali situasi keamanan kota Wamena," ujar Andre di @andre_rosiade.

Menurutnya, sampai saat ini dia belum melihat respon apa pun dari Pemerintah Jokowi mengenai tragedi Wamena yang menyebabkan terbunuhnya puluhan warga pendatang, termasuk 9 perantau Minang.

"Tugas pemerintah sesuai UUD 1945 melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Saya ingatkan pemerintah @jokowi tolong Anda jangan lalai dalam melaksanakan konstitusi. Segera bekerja lindungi Rakyat anda."

"Kalo memang tidak mampu jangan jadi Presiden, atau silakan mundur,"pungkasnya. 

Sumber : Babe

Berita Terkait

Jajaran Kodim 0321 Rohil Terus Berjibaku Padamkan Karlahut

Momen Haru Irjen Iqbal dan Istri Peluk Anak Personel Polairud yang Gugur Dalam Bertugas

Cegah Virus Corona, Babinsa Bersama Kapus dan Bhabinkamtibmas Berikan Himbauan

TNI Dan Polri Sinergi Dalam Melaksanakan Tugas Pengamanan

Penumpang Fery Panipahan didatangi Polisi, Ini Penjelasannya

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

Kronilogi Penganiayaan Pelajar MTS Hingga Tewas oleh Oknum Polisi

2

Wow! Ternyata Gubernur Dapet Bonus 1,7 Miliar Per Bulan Dari Pajak Kendaraan

3

Ironi di Riau, Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi

4

Kecanduan Film Porno, Seorang Pria Bunuh Bocah Perempuan Lalu Perkosa Jasadnya

5

Disidang, Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi Yang Beredar 99 Persen Palsu

6

Hati-hati Modus Gerebek Mesum OTK di Pekanbaru Peras dan Rampas Mobil

7

Jejak Kasus Oknum Polisi Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas

8

Di Balik Surat BEM UGM untuk UNICEF: Nyawa Seharga Buku Tulis dan Teror yang Mengintai

9

Oknum Guru PPPK Diduga Selingkuh di Rumah Sendiri, Digerebek Suami dan Warga

10

Suport Atensi Kapolres Basmi Bali & Kenalpot Brong Demi Kenyamanan Masyarakat Jelang Ramadhan, " Ini