MENU TUTUP

Kisah Van Hengst Dan Berdirinya Water Leiding di Bagansiapiapi

Jumat, 02 Agustus 2019 | 12:06:51 WIB
Kisah Van Hengst Dan Berdirinya Water Leiding di Bagansiapiapi

Warta di Hindia Belanda pada kurun pertengahan tahun `1929 ramai memberitakan terbunuhnya seorang Eropa; Van Hengst, seorang Gemeente Opzichter di Onderafdeeling Bagansiapiapi. Kisahnya, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media pada masa tersebut adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 22-23 Juli 1929, Van Hengst yang  bertugas memelihara kondisi lingkungan  di Sungai Rokan mengadakan tornee ke pedalaman sungai Rokan yang berjarak selama dua hari perjalanan dengan tim sejumlah delapan orang Polisi dan 60 orang pekerja-narapidana. 

Hingga suatu malam, diketahui seorang polisi - seorang Timoor - bernama Nisunkoebira meninggalkan posnya tanpa izin dengan membawa senjata dan amunisi, kondisi yang diluar rencana. 

Guna mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan, Komandan pos jaga memerintahkan untuk melakukan pemadaman lampu di tenda-tenda dan juga telah mengingatkan Van Hengst akan situasi tersebut bahwa sang disertir tersebut bisa saja berbahaya dan ia memilih untuk memberikan pengamanan ekstra terhadap pos-pos tersebut.

Akan tetapi, nampaknya Van hengst memiliki pendapat lain dan mengatakan,

        “Wie zal mij, ouden man, kwaad doen, ik heb geen vijanden".

Van Hengst merasa ia tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu dan tetap menyalakan lampu diluar tenda dimana ia tidur disana.  

Menjelang jam 5 pagi, sang disertir kembali dan dengan senjata ditangannya ia membunuh Van Hengst dengan tiga kali tembakan. Beberapa jam setelah perbuatan mengerikan tersebut, sang polisi disertir menyerahkan diri kepada polisi di pos. 

Dari hasil interograsi dan di persidangan dimana jaksa menanyakannya, pembunuh tersebut mengatakan bahwa ia “silap.” Meskipun demikian, Pengadilan di Medan tetap menjatuhinya vonis hukuman mati.  

Van Hengst adalah seorang Eropa tertua di Bagansiapiapi, dimana pada saat wafatnya ia berusia 60 tahun. Selain itu, Van Hengst telah bertempat tinggal di Bagan sekitar 30 tahun. 

Ini berarti Van Hengst memasuki Bagansiapiapi pada sekitar tahun 1899 – yang menempatkannya sebagai salah satu orang Eropa pertama yang tinggal disana.

Bahkan orang Eropa sendiri mengatakan ia adalah "Orang Bagan." Bahwa kurun perjalanan hidupnya di Kota-nelayan selama puluhan tahun tersebut telah menjadikannya seorang pebisnis hingga kebakaran besar telah menghancurkan usahanya yang tidak dijamin oleh asuransi dan membuatnya harus kembali memulai segalanya dari awal. Van hengst menikahi seorang wanita Tionghoa Bagan, dan memiliki 6 orang anak. 

Anak terakhirnya lahir 2 tahun menjelang kematiannya di tahun 1929. Sejatinya, Van hengst adalah seorang pebisnis dan bukan birokrat. 

Namun melihat kondisi bisnisnya, Pemerintah mengangkatnya menjadi seorang “Gemeente Opzichter”  sehingga ia dapat memperoleh penghasilan yang lumayan dan dapat mencukupi keluarga besarnya. 

Selain itu, Van hengst adalah salah seorang tokoh Eropa yang ikut andil dalam mewarnai modernisasi Kota Bagansiapiapi; dimana ia termasuk yang turut mempelopori pendirian “Water Leiding” Bagansiapiapi. 

Water Leiding didirikan kurun tahun 1931-1932, dan terus mengalami penyempurnaan hingga tahun 1938 dimana dilakukan penggantian pipa-pipa yang mengalirkan air bersih ke segenap kota Bagansiapiapi.

Oleh: Tressi A Hendraparya

Sumber: Ibu Hj.Eva, Menantu dari Toean Van Hengst

Berita Terkait

Libatkan KPK, Kejati Riau Optimis Tahun 2017 Kasus Jembatan Pedamaran I dan II Rohil Rampung

Dua Nelayan Rohil Tewas di Sambar Petir

Tiga Strategi Jitu Pemkab Rohil Majukan Pendidikan Daerah

Jadi Irup Upacara Peringatan Hari lahir Pancasila, Bupati Rohil Sampaikan Amanat Presiden RI

Pengelolaan ADD, Rohil Terbaik ke-3 di Riau

TULIS KOMENTAR
TERPOPULER +
1

DPRD Rohil Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

2

Daftar Lengkap 21 Pejabat Pemkab Rohil yang Baru Dilantik Bupati H. Bistamam

3

Polres Rohil tindak tegas Illegalloging di Sinaboi, 2 Tersangka Diamankan, Ratusan Batang Kayu Disit

4

Forum Media Daerah Rohil Resmi Surati DPRD, Desak RDP Soal Anggaran Kerjasama Media

5

Tingkatkan Stok Darah Pasien, PHR dan PMI Rohil Gelar Aksi Kemanusiaan

6

Tanam Pohon Trembesi di Sungai Bakau, Polsek Sinaboi Gencarkan Green Policing

7

Pamit ke Camat dan Pemdes, Mahasiswa KKN STAI Ar-Ridho Akhiri Masa Pengabdian di Sinaboi

8

Media Lokal Rohil Soroti Kemitraan Publikasi, Pemkab dan DPRD Diminta Buka Ruang Dialog

9

Hadir di Malam Puncak Haul ke-80, Dr. Maliki Ikuti Rangkaian Peringatan Syekh Oesman Syahbuddin

10

Malam Puncak Haul ke-80 Syekh Oesman Syahbuddin, Bagansiapiapi Dipadati Jamaah dan Masyarakat